Rizal Ramli: Ekonomi Kita Tahun Depan Anjlok 4%, Sayang Masih Banyak yang Kepedean dan Lapor Asal Bapak Senang ke Jokowi

oleh
Pakar Ekonomi Rizal Ramli
Pakar Ekonomi Rizal Ramli.foto/gatra.website

URBANNEWS.ID – Begawan ekonomi tanah air, Rizal Ramli memprediksi tahun depan merupakan tahun kritis atau ‘critical year‘, tahun penentuan bidang ekonomi Indonesia.

Ekonomi di era Presiden Jokowi memang dibayangi krisis BUMN Jiwa Sraya Rp50 triliun, tumpukan utang BUMN dan utang negara ribuan triliun, dan banyak korporasi gagal bayar.

“Ekonomi Indonesia bakal anjlok 4 persen. Itu makro. Sementara, korporasi Indonesia akan lebih banyak yang gagal bayar,” kata Rizal di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Baca Juga  Anak Buah Luhut Mendadak Batal Hadir pada Diskusi Panel Masalah Blok Rokan

Menurut Rizal, perusahaan ‘zombie company‘, yaitu perusahaan yang terdaftar di bursa efek akan tumbuh lebih banyak.

   

“Perusahaan ini yang untuk membayar bunga saja tak cukup dari operasional ‘income‘. Itu angkanya tahun ini 24 persen, tahun depan sepertiganya,” lanjut Menko Maritim Sumber Daya periode pertama Presiden Jokowi ini.

Lebih lanjut, mantan Tim Panel Ekonomi PBB ini, kalau sektor makro dan mikro nyambung, bisa terjadi sesuatu di ekonomi Indonesia, seperti krisis.

Baca Juga  Pertamina Perkuat Transformasi SDM Menuju Era Human Capital 5.0

“Cuma seperti biasa, banyak yang kepedean, bilang tak ada masalah, semua beres,” imbuh dia.

Di tahun 1996 akhir, Rizal sempat meramalkan akan terjadi krisis di tahun-tahun berikutnya. Dan semua benar-benar terjadi.

“Kita bukan pake ‘sixth sense‘, tapi lewat ‘forecast‘. Dan benar, tahun 1998, ekonomi kita anjlok. Semua yang kita ramalkan kejadian,” Rizal menambahkan.

“Tahun depan ‘critical year‘, tapi sayang Jokowi dikelilingi pejabat asal bapak senang atau ABS. Bilang gak ada masalah, salahin luar negeri. Bolak-balik jawaban kayak gini,” kecewa Rizal.

Baca Juga  Sengkarut Limbah Chevron di Blok Rokan 'Makan Korban', Pejabat DLHK Riau Mendadak Dicopot dari Jabatan

“Tapi apa ‘plan‘ rencana supaya kita membalikkan situasi (strategi ‘turn around’) tahun depan, sampai hari ini kita belum lihat apa strategi makro dan sektoral dalam bidang ekonomi. Kok ngimpi lebih baik, strategi tidak jelas,“ kata Menko Perekonomian Presiden Gus Dur 2000-2001 itu.(hen/konfrontasi.com)