Pertamina Merugi Miliaran Dollar AS Jika Paksakan Beli PI Chevron di Blok Rokan

oleh
uc?export=view&id=1U3Spg6 Kmo9F8qdkPN1nMKQwwsb3vNHl
Ilustrasi Blok Migas. foto/inews.com

URBANNEWS.ID – Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Indonesia angkat bicara mengenai kondisi terakhir transisi Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina.

Dalam keterangannya kepada urbannews.id, Rabu (12/2/2020), Sekretaris Jendral DEM Indonesia, Robi Juandry mengungkapkan DEM Indonesia antara lain menyatakan bahwa negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Blok Rokan perihal periode peralihan dari PT CPI ke Pertamina, dengan harapan PT CPI agar lebih kooperatif dan terbuka untuk masa transisi.

Selain itu, DEM Indonesia menolak rencana pembelian PI (Participating Intrest) PT CPI oleh Pertamina yang akan membebankan Pertamina seagai BUMN dikarenakan akan menanggung beban kewajiban dan tanggungjawab dari PT CPI.

Tak kalah penting, DEM Mahasiswa juga mendesak pemerintah melalui Kementrian ESDM menyelesaikan permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak oleh PT CPI

   
Baca Juga  Ketum SPPI Mengaku Diancam oleh Manajemen PT Pos Indonesia

“Dewan Energi Mahasiswa Indonesia akan mengawal sampai tuntas transisi pengelolaan dari Chevron ke Pertamina demi kemakmuran rakyat Indonesia,” ungkap Robi.

Lebih lanjut mengenai sikap DEM Indonesia itu, Robi membeberkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, kepemilikan dan pengelolaan atas sumber daya alam oleh suatu negara adalah salah satu sumber devisa. Minyak dan gas bumi merupakan komoditas terbesar penyumbang devisa negara.

Menurut Robi, Rokan memilki luas wilayah 6.220 km2. Blok Rokan memiliki tiga lapangan penghasil minyak raksasa yaitu lapangan Minas, lapangan Duri, dan lapangan Bekasap.

Lapangan tersebut, kata Robi, menghasilkan minyak jenis Sumatran Light Crude yang diklaim terkenal di dunia. Caltex pertama kali mengebor lapangan itu yang kemudian berubah nama menjadi Chevron.

Baca Juga  Wakil Jaksa Agung Arminsyah Alami Kecelakaan Maut di Jagorawi

Yang paling krusial, kata Robi, yakni lapangan Duri ini termasuk The Giant Field yang merupakan satu di antara lapangan-lapangan minyak Chevron terbesar sebagai cadangan terbukti (Proved Reserves). Lapangan Duri (Duri Crude) menyumbangkan sekitar 30% produksi minyak mentah Indonesia dan juga kini lapangan Duri menghasilkan sekitar 195.000 bbl.

Sejak 1971 hingga 31 Desember 2017, produksi Blok Rokan hampir 11,5 miliar barel minyak.

Namun seiring dengan berjalanyan waktu dengan produksi Blok Rokan sebesar 207.000 bbl dibutuhkan penanganan dan upaya menjaga produksi tersebut.

Maka, kata Robi, dibutuhkan masa transisi bagi kontraktor baru yang akan mengelola Blok ini. Namun, sejak ditatapkannya Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, proses transisi peralihan dan pengelolaan dari PT CPI ke Pertamina tidak terjadi dengan baik.

Pemerintah melalui releasenya dari KESDM dengan jelas mengatakan Pertamina sudah harus masuk dalam masa transisi sebelum tahun 2021 supaya produksi dapat terus terjaga.

Baca Juga  Baby Lobster (Kufur Nikmat karena Bahlul Sumberdaya)

Transisi dapat terjadi pada kondisi seperti Blok Mahakam. Namun lain pada keadaan di Blok Rokan, saat transisi CPI hanya mengizinkan transisi jika Pertamina membeli Participating Intrest (PI).

Pembelian PI itu menurut Robi berakibat seluruh komponen beban biaya PT CPI beralih ke Pertamina.

Masalah kontaminasi tanah saat proses pengolahan minyak, dan Past Service Liabilities pekerja CPI serta beban-beban lain sampai sekarang tidak diselesaikan CPI, dan harus ditanggung Pertamina.

Robi memperkirakan, angkanya bisa mencapai 1,8 milyard USD. Angka itu lebih besar dari nilai aset pada saat produksi Chevron yang habis pada tahun 2021. Angka aset itu hanya 600 juta USD.(hen)