Pancasila: Ideologi yang Ramah bagi Semua Agama

oleh
Ketua Pemenangan Pemilu Sumatera 1 DPP Partai Golkar H Idris Laena
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Ir HM Idris Laena.foto/rilis.id

Oleh: Ir. HM Idris Laena MH, Ketua Fraksi Golkar MPR RI

PENDAPAT yang mengatakan bahwa musuh besar Pancasila adalah Agama, tidak benar sama sekai. Sejarah menunjukkan betapa ramahnya Pancasila terhadap Agama. Terbukti sejak pidato Bung Karno 1 Juni 1945 sampai kemudian dirumuskan Piagam Jakarta, khususnya pada sila pertama Yang mencoba mengakomodir kelompok Islam pada saat itu, membuktikan betapa Pancasila sangat ramah terhadap isu agama ini. 

Baca Juga  Masuk Peringkat 5 Besar Perbankan Nasional, BSI Catat Pertumbuhan Tabungan 11,57 Persen

Bahkan kemudian, setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, para pendiri bangsa ini menghadirkan konstitusi yang kemudian tiap tanggal 18 Agustus kita peringati sebagai Hari Konstitusi. Sekali lagi membuktikan bahwa rangkaian peristiwa itu, menunjukkan Pancasila sangat ramah terhadap agama, khususnya agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Gambaran srjarah di atas menunjukkan bahwa pada hakekatnya Pancasila dirancang menjadi Ideologi yang universal.

   
Baca Juga  Pendapatan Alibaba Group pada Triwulan III 2019 Melonjak 40 Persen

Bayangkan saja, sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa, yang berarti secara terbuka mengakomodir agama-agama, yang menunjukkan bahwa pandangan yang mengatakan bahwa musih besar Pancasila adalah agama, tidak benar sama sekali.

Kita, bangsa Indonesia patut bersyukur, bahwa harmonisasi Pancasila dengan agama-agama yang diakui di Indonesia, dapat kita rasakan dengan baik dibandingkan negara lain yang bahkan dalam satu agama saja, karena perbedaan mashab bisa menimbulkan Pertentangan.***

Baca Juga  Anda Percaya Siapa: Sudirman Said atau Jokowi?

Jakarta, 12 Februari 2020