Ahok: Erick, Pertamina Bukan Badan Usaha Milik Nenek Loe

oleh

“Meskipun semua kebobrokan itu sudah sering kami ungkap ke semua media sejak tahun 2015 hingga 2020, dan jejak digitalnya banyak, namun banyak pihak juga yang tak percaya atau pura-pura tak percaya. Tetapi bagi kami tak terlalu penting mau percaya atau tidak, biarlah waktu akan menjawab semuanya itu, dan sekarang Ahok telah menjawabnya,” lanjut Yusri.

Yusri membeberkan, sejak awal April hingga Juni 2020, CERI berhipotesis bahwa kekehnya Pertamina tidak menurunkan harga BBM sepeser pun ketika harga minyak dunia pada posisi terendah selama 43 tahun terakhir, karena telah terjadi inefisiensi di proses bisnis Pertamina dari hulu ke hilir.

   

“Untuk itu kami sangat mengapresiasi tinggi dan mendukung penuh semua langkah Ahok ini, maju terus dan pantang mundur, libas saja semuanya itu,” kata Yusri.

“Abaikan saja suara sontoloyo dari si Andre Rosiade anggota DPR RI Komisi VI yang meminta Ahok dicopot karena membuat gaduh di Pertamina, karena si Andre lebih cocok mengurus soal PSK di Padang daripada mengawasi BUMN, atau jangan-jangan dia berteriak karena takut gebrakan Ahok ini bisa mengurangi dana CSR di dapilnya,” lanjut Yusri.

Namun sayangnya, kata Yusri, mengapa Ahok sebagai komisaris utama tidak mengambil tindakan tegas, yaitu mengambil langkah menonaktifkan direksi yang telah melanggar prinsip GCG dan merugikan Pertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *