CERI Apresiasi Gerak Cepat Polda Sumut Menangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Siantar Terkait Jaringan Narkoba

oleh

URBANNEWS.ID – Kerja cepat Tim Polda Sumut dengan Polres Siantar dalam mengungkap pembunuh Pemred Lasser News Today Mara Salem Harahap (42 tahun) pada Jum’at tengah malam patut di apresiasi.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada urbannews.id, Jumat (25/6/2021) malam. 

“Dalam tempo tiga hari setelah pembunuhan Marshal Harahap, tim bentukan Polda Sumut berhasil meringkus dua tersangka bernisial S dan Yhd, serta satunya lagi  tersangka bernisial A yang katanya merupakan oknum TNI, yang kini sedang ditangani Pomdam Sumut,” ungkap Yusri.

Dari penjelasan Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Hasanudin di depan awak media pada Kamis (24/6/2021) di Mapolres Pematang Siantar, terungkap pembunuhan itu dilakukan oleh dua pelaku sebagai eksekutor yaitu yang  bernisial  Y dan A, sementara Otak (actor Intelectualis) dari pembunuhan itu adalah S, yang merupakan pemilik Bar dan Resto Ferari di Siantar. S diketahui juga pernah menjadi Calon Walikota Pematang Siantar pada Pilkada 2020 dari jalur Independen.

   
Baca Juga  BREAKING NEWS!!! Demonstran Karyawan Freeport Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro

Adapun motif S yang mengotaki pembunuhan Marshal, menurut keterangan Kapolda Sumut adalah akibat S, si pemilik Bar dan Resto itu sakit hati kepada korban yang selalu memberitakan maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya.

Lebih lanjut menurut Kapolda, tersangka S mengatakan korban kerap meminta uang  jatah serta dua butir narkoba kepada tersangka S.

“Semoga penyidik dan masyarakat tidak mudah mempercayai keterangan tersangka S ini, apalagi korban sudah meninggal tak bisa membela diri atas tuduhan itu. Lalu adakah hasil otopsi korban ada  membuktikan Almarhun sebagai pemakai narkoba?,” ungkap Yusri.

“Dan tak masuk akal bahwa bila korban sudah sering menerima jatah, apakah itu dalam bentuk uang?, tapi tetap memberitakan soal peredaran narkoba di resto milik S. Suatu hal yang tak lazim,” lanjut Yusri.

Apalagi, kata Yusri, sebelum ditembak oleh suruhan S pada hari Jumat malam, paginya Almarhum baru saja menurunkan berita berjudul ‘Beroperasi Sore Hari, Diduga Pil Ekstasi Kembali Beroperasi di THM Ferari, Satnarkoba Siantar Tutup Mata’.

Baca Juga  Honda Capella Dinamik Nusantara Persembahkan Iven Apresiasi untuk Frontline People Wilayah Riau

“Berdasarkan pengenalan saya akan korban ditambah informasi dari rekan rekan di Siantar dan Simalungun, secara apriori saya tidak percaya korban bermental ‘penerima jatah’ apalagi sebagai pengguna narkoba atau pengedar narkoba,” ungkap Yusri.

Menurut Yusri, telah menjadi rahasia umum, peredaran narkoba itu diatur oleh jaringan yang terorganisir, tidak sembarang merekrut anggota, dan biasanya punya backing yang kuat.

“Sangat diharapan Polisi khususnya Kapoda Sumut dan jajaranya menjadikan pengakuan tersangka S soal adanya peredaraan narkoba di Resto Ferari menjadi pemacu untuk semakin mengungkap jaringan narkoba yang makin marak di Siantar dan Simalungun, hal yang selalu diberitakan oleh Almarhum Mara Salem Harahap,” kata Yusri.

“Betapa ironisnya, peredaran Narkoba marak dan selalu diberitakan, sementara Polres Simalungun dan Polresta Pematang Siantar mempunyai Satuan Reserse khusus untuk memberantas Narkoba, belum lagi Satuan Intelijennya. Lalu, apa nanti kata dunia?,” timpal Yusri.

Baca Juga  RUPS Tahunan Link Net Setujui Pembayaran Dividen Rp 674 Miliar

Sekedar melawan lupa, kata Yusri, sebelum penembakan atas korban terjadi, korban melalui Media Laser News Today pada 1 April 2021 telah juga memberitakan kasus penyebaran video dugem mantan Kasat Narkoba Polresta Siantar di Studio 21 Milies.

“Semoga Tim bentukan Polda bisa  sekaligus mengungkap siapa oknum oknum aparat yang sering masuk ke bar dan resto Ferari dan diskotik lainnya di Siantar, hal mana mudah dengan membuka rekaman CCTV di Bar dan Resto Ferari dan diskotik lainnya,” beber Yusri.

CERI, kata Yusri, sekali lagi berharap agar masyarakat yang berakal sehat tidak mempercayai tuduhan sepihak atas diri korban Almarhum Mara Salem Harahap oleh tersangka S yang justru sudah mengaku dan dijadikan sabagai otak pembunuhan atas Almarhum. 

“De mortuis nil nisi bonum, Say nothing but good about the dead_ 

(Jangan katakan apapun selain yang baik tentang seorang yang sudah mati,” tutup Yusri.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *