Ditanya Detail Tahapan Pembangunan Gedung DPRD Mesuji Lampung yang Bocor, Ismail Tajudin Buru-buru Tutup Sambungan Telepon

oleh -

URBANNEWS.ID – Sekretaris DPRD Mesuji, Ismail Tajudin tak membantah kondisi rusaknya bangunan Gedung DPRD Mesuji. 

Berbicara melalui sambungan telepon dengan urbannews.id, Jumat (16/7/2021), Ismail mengatakan pihaknya tak memperbaiki plafon bocor itu lantaran tahun depan seluruh bagian depan gedung itu akan dipugar.

“Sengaja tak kita perbaiki sekarang, kan mubazir pak, tahun depan itu mau dipugar semua oleh Dinas Perkim,” ungkap Ismail Tajudin.

Meski demikian, Ismail Tajudin buru-buru menutup sambungan telepon usai urbannews.id menanyakan detail rincian pembangunan gedung DPRD Mesuji itu.

Penelusuran urbannews.id, pada laman LPSE Kabupaten Mesuji, pembangunan Gedung DPRD Mesuji Tahap IV pada tahun 2014 dianggarkan senilai Rp 4,1 miliar. Kemudian pada tahun 2015, Pembangunan DPRD Mesuji Tahap V dianggarkan Rp 8,5 miliar. 

Pada tahun 2016, kembali dianggarkan Pembangunan Kantor DPRD tahap VI senilai Rp 3,5 miliar. Anggaran pembangunan senilai ratusan juta Rupiah pun kemudian tampak berulang dianggarkan sejak 2017 hingga 2020 dengan berbagai judul kegiatan, mulai dari lighting hingga taman kantor DPRD Mesuji.

Diberitakan sebeumnya, Gedung DPRD Kabupaten Mesuji tampak berdiri megah di atas lahan yang cukup luas. Beraneka tanaman yang tumbuh di halaman muka terkesan merupakan simbol lahir dan tumbuh kembang demokrasi di kabupaten berjuluk “Sai Bumi Serasan Segawe” ini.

Melangkah menuju anak tangga gedung bagian muka dan tepat di pintu utama lantai dua, sebuah pemandangan yang semestinya tidak tampak, malah membuat sakit mata dan menuai rasa penasaran. Bagian plafon terlihat sudah lama rusak dan terkesan dibiarkan begitu saja. 

Pemandangan lain yang tidak kalah memprihatinkan, sepinya ruangan rumah aspirasi rakyat tersebut. Padahal hari dan waktu merupakan hari awal kerja, yaitu Senin, 12 Juli 2021 lalu. 

“Kita prihatin dan menyayangkan. Itu rumah rakyat yang wajib dipelihara. Barangkali ini menjadi evaluasi juga bagi Pemerintah Kabupaten Mesuji. Untuk apa dibuat gedung megah namun tidak sanggup untuk dirawat,” ucap Tim Media Centre DPP PPMI, Indra.

Menurut dia, gedung sebesar itu, pasti ada dana rutin pemeliharaan. “Pertanyaannya benar direalisasikan atau tidak. Media perlu menelusurinya. Jika nantinya ada indikasi kuat dugaan penyimpangan, jangan takut untuk mempublikasikannya,” ungkap Indra.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dewan DPRD Mesuji Ismail Tajudin mengatakan, untuk anggaran rehab sudah diajukan Ketua DPRD Mesuji melalui Dinas Perkim Mesuji untuk rehab di tahun 2022.

Tahudin malah mengalihkan pembicaraan. “Kalo siapa yang punya dana, nggak apa-apa dikerjakan dahulu, soal dana sudah kita anggarkan di tahun 2022 melalui Dinas Perkim Mesuji,” ungkapnya.

Disinggung anggaran perawatan gedung, Ismail Tajudin mengarahkan wartawan ke Kabag Umum dan menemui Rustam. “Coba tanyakan langsung ke Rustam, Kabag Umum,” kata Tajudin.

Merespon dan empati terhadap rumah aspirasi rakyat Mesuji yang terkesan tidak terawat itu, Presiden Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (DPP PPMI) Wahidin, melalui sambungan seluler menyampaikan rasa prihatinnya. 

“Terkait gedung DPRD yang tidak terawat ini, patut diduga kuat ada yang tidak beres, baik masalah anggaran, pun pengerjaan. Yang kedua, nampak jelas anggota DPRD tidak tau diri bahkan abai dengan kantornya yang begitu megah yang seharusnya dia bangga ada di sana sebagai wakil rakyat Mesuji seharusnya tidak boleh melihat gedung yang berantakan tidak terurus seperti itu. Anggota DPRD Mesuji tidak tau diri, dan doyan buang-buang anggaran,” ucap Presiden PPMI yang baru saja kemarin menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Presiden bersama Mahasiswa dan Aliansi Buruh se-Indonesia itu.

Wahidin menyarankan lebih bagus dana-dana untuk membangun gedung mewah berikut biaya perawatannya diberikan buat rakyat Mesuji. 

“Berikan buat bantu rakyat yang miskin saja itu jauh lebih bagus. Daripada dianggarkan namun tidak sesuai pembangunan dan tidak mampu merawat,” kata Wahidin.

“Nyaris tidak terurus, lebih baik mundur saja semua. Ngurus gedungnya aja nggak bisa apalagi ngurus rakyat. Udah, suruh bubarin aja tu anggota DPRD itu,” tutup Wahidin berapi-api.

Sementara itu, saat ditemui di ruang kerjanya, Kabag Umum DPRD Mesuji Rustam Hadi tidak ada di tempat. Dihubungi melalui telpon selulernya pada pukul 15.01 WIB tidak menjawab. Hingga berita ini dipublikasikan Rustam tidak dapat dihubungi.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *