Kalau Kami Zuriat Kesultanan Siak Ini Tak Dianggap dalam Peralihan Blok Rokan, Kami Minta Pusat Jadikan Kabupaten Siak Daerah Istimewa

oleh
Tengku Amin dan Wagubri Edy Natar Nasution
Tengku Amin dan Wagubri Edy Natar Nasution. foto/istimewa

Tersebab fakta sejarah keberadaan Blok Rokan berawal dari Zaman Sultan Syarif Kasim, Alex Noerdin juga mengarahkan SKK Migas dan Chevron serta Pertamina yang juga hadir saat itu untuk tidak meninggalkan permasalahan di saat ‘take over’ nanti.

Oleh karenanya saat ini kami yang hadir saat itu dari Lembaga Kesultanan Siak mempertanyakan kembali niat baik dari Pertamina dan Pemerintah Provinsi Riau. Apa memang hendak menghilangkan Kesejarahan Kesultanan Siak di Negeri Riau ini? Kalau betul itu adanya, kami dari seluruh Zuriat Kesultanan Siak siap meminta kepada Negara agar Kabupaten Siak menjadi Daerah Istimewa!

   

Menilik dari kronologis fakta RDP Panja Komisi VII saat itu, dan mengingat bahwa sejak Sultan Syarif Kasim II memberikan izin untuk mengeksploitasi Migas di Wilayah Kesultanan Siak Sri Indrapura sampai saat ini, kami kerabat dan lapisan masyarakat Riau yang berada di Wilayah Kesultanan Siak dan khususnya anak cucu cicit yang terkait darah Sultan Siak, tidak pernah tersentuh langsung dari hasil tetesan minyak dari perut bumi negeri sendiri.

Baca Juga  Molor Hampir Satu Bulan, PN Pekanbaru Kembali Sidangkan Gugatan Pencemaran Limbah B3 Blok Rokan Hari Ini

Dengan akan berakhirnya kontrak PT CPI mengelola Blok Rokan ini, maka kami dari Lembaga Kesultanan Siak menyatakan hal-hal sebagai berikut.

   

Pertama, menuntut PT Chevron Pacific Indonesia memberikan royalti sebesar USD 2,5 untuk setiap barel minyak yang telah dieksploitasi dari bumi dan tanah wilayah Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Kedua, menuntut Pemerintah Indonesia Cq Pertamina atau PT Pertamina Hulu Rokan memberikan royalti sebesar USD 2,5 untuk setiap barel Migas yang dieksploitasi dari bumi dan tanah Wilayah Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Lembaga Kesultanan Siak ini juga sudah siap dipagari oleh Majelis Tinggi Kerapatan Empat Suku Kubu di Rohil, Ketua Adat Bathin Suku Sakai, Masyarakat Adat Kampar Kanan dan Masyarakat Adat Tujuh Kenegerian di Kampar, serta Majelis Persekutuan Melayu Serumpun di Dumai dan kami dari Lembaga Kesultanan Siak, juga terus menjalin hubungan baik dengan Kesultanan yang ada di Nusantara ini.

Baca Juga  Tender Mobil Pertamina Hulu Rokan Mendadak Ditunda Usai Acara Buka Puasa Bersama di Rumah Anggota DPR Bidang Migas M Nasir

Untuk itu, sebagaimana orang Melayu selalu bijak mengingatkan, jika bertanam budi dan membalas budi merupakan perbuatan mulia dan terpuji, dan orang tetua Melayu mengatakan “Bile sudah temakan budi, disanelah tempat Melayu mati” (dikutip dari Tunjuk ajar Melayu).

Jadi sudah begitu besarnya Sultan Siak menanam Budi pada Negara dan Negeri ini, kalau pun masih tak terkenang dan malahan cenderung menghilangkan bukti Kesejarahan Sultan Siak ini, sepertinya Negara dan Negeri ini sebagaimana peribahasa Melayu ‘Lupa Kacang pada Kulitnya’, dan tak salah rasanya kalau kami Zuriyat Sah Kesultanan Siak Sri Inderapura yang bertautin pada Lembaga Kesultanan Siak, nanti akan menuntut sampai ke Pengadilan Internasional sekali pun. Tak Melayu Hilang di Bumi.***

Baca Juga  Martianus Sinurat: KLHK dan DLHK Riau Remehkan Institusi Pengadilan!

Pekanbaru, 5 Agustus 2021
Tengku Syed Muhammad Amin
Zuriyat Sah Kesultanan Siak Sri Inderapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.