DI mata Peng-Peng atau Penguasa sekaligus Pengusaha, Indonesia mau pakai Panca Sila, Komunis , Kapitalis, Yahudi atau apa pun ideologinya tidak peduli! Ideologi mereka adalah duit, duit dan duit!
Sehingga bila manusia-manusia semacam ini berposisi sebagai Founding Fathers, bisa dipastikan tidak akan terwujud Kemerdekaan Indonesia! Tidak akan ada nyanyian Indonesia Raya!
Karena Founding Fathers harus memiliki Visi atau Ideologi terkait tanah air dan bangsa Indonesia yang akan dinyatakan merdeka itu! Untuk apa kita harus merdeka? Bagaimana mengatur tata negara yang akan dipakai secara bersama bagi rakyat yang jumlahnya ratusan juta ini? Bagaimana menciptakan Konstitusi agar sesama anak bangsa yang beda kultur dan agama ini tidak saling menindas dan saling merugikan?
Pikiran-pikiran seperti di atas dipastikan tidak ada dalam batok kepala milik Peng-Peng semacam JK, Dahlan Iskan, Luhut BP dan Erick Tohir itu. Yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana caranya bisnis dengan Belanda, ketika dijajah Belanda, bagaimana caranya bisnis dengan Jepang, ketika dijajah Jepang.
Saat ini para Peng-Peng tersebut sudah siap-siap untuk berbisnis ria dengan China Komunis! Makanya jangan heran saat ini mereka bekerja sama dengan Huadian, Chinadatang, Shenhua, Chengda dan lain-lain mendirikan IPP Pembangkit swasta di Indonesia yang akhirnya pertengahan 2021 sudah over supply 25.948 MW atau 68,10% (Majalah Gatra 15 September 2021).
Atau pembangkit-pembangkit itu sudah dalam situasi Reserve Shutdown (RSH) atau tidur sebanyak 25.948 MW. Namun demikian pembangkit swasta IPP yang tidur tersebut stroomnya tetap dibayar 70% oleh PLN dari asumsi saat beroperasi per harinya! Hal ini ada dalam ketentuan Kontrak Power Purchase Agreement dinamakan Clausul Take Or Pay alias TOP!

