Gubernur Zulkieflimansyah Yakinkan Menpora, NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON 2028

oleh
CBFDD6B4 744B 47C2 9C51 3D4AE374D7CC

MATARAM, URBANNEWS.ID – Gubernur NTB Zulkieflimansyah merasa senang dengan adanya Perpres No 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Menurutnya DBON memberikan semangat untuk melakukan pembinaan atlet di NTB sebagai persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 bersama Provinsi Bali.

“Mudah-mudahan DBON ini menambah semangat dan berkontribusi bagi olahraga nasional. Termasuk NTB bersama Bali siap menjadi tuan rumah PON 2028,” kata Zulkieflimansyah.

Baca Juga  Indonesian Tourism Golf Pro Series Berlangsung Sengit di Labersa Pekanbaru

Di hadapan Menpora, Zulkieflimansyah menuturkan, Provinsi NTB tidak kalah dengan daerah lain dalam melahirkan atlet nasional. Mulai dari atlet tinju, atletik, voli pantai, dan lainnya. NTB menurutnya sangat serius untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah PON. 

“Sesuai pesan Menpora, dalam pembinaan olahraga harus lebih fokus ke cabang olahraga yang menghasilkan banyak medalinya,” ungkapnya.

   

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memberikan apresiasi bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Baca Juga  Antusias, Puluhan Offroader Berjibaku di Ajang Latihan Bersama Riau Challenge Seri #1

Ia menyebut, peluang NTB menjadi tuan rumah masih terbuka lebar. “Saya apresiasi atas semangat dan keinginan pak gubernur (menjadi tuan rumah). Tapi semangat dan keinginan saja tidak cukup,” kata Menpora Amali.

Menurutnya, keinginan gubernur NTB menjadi tuan rumah PON, juga harus diikuti para stakeholder pengelola olahraga di NTB. Semua pihak harus mendukung keinginan gubernur tersebut mulai sekarang. Caranya dengan menyiapkan dan meningkatkan prestasi olahraga NTB.

Baca Juga  Honda Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal di Mandalika Festival of Speed 2025 Seri 3 dan 4 Akhir Pekan Ini

Karena menurutnya, prestasi dulu yang harus diperbaiki agar lebih pantas menjadi tuan rumah. Kesuksesan penyelenggaraan harus diikuti dengan kesuksesan prestasi. “Buat apa menjadi tuan rumah tapi prestasinya melorot, lebih baik ikut ke tempat lain,” katanya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *