Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Pejabat Riau Cukup Bukti Permulaan, Supriadi Bone Layangkan Laporan ke Kadis Perpustakaan Riau

oleh -

PEKANBARU – Setelah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Kepolisian Sektor Limapuluh atas laporan kliennya SD, yang pada Pokoknya menyampaikan bahwa terhadap Laporan Nomor: LP/B/58/III/2022/SPK/POLSEK LIMA PULUH/POLRESTA PEKANBARU/POLDA RIAU tertanggal 19 Maret 2022 atas dugaan tindak pidana Penganiayaan terhadap suami SD, Ehab Omar Saleh Ismail, yang diduga dilakukan SN, telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana, sehingga status Laporan klien kami sudah ditingkatkan dari proses penyelidikan ke proses Penyidikan.

“Berdasarkan hal tersebut kami juga meminta kepada pihak Kepolisian Sektor Limapuluh untuk segera melakukan penetapan Tersangka dan Melakukan Penahanan terhadap SN,” ungkap  Supriadi Bone, S.H, C.L.A. bersama timnya Muhammad Amin, S.H, selaku Kuasa Hukum SD kepada urbannews.id, Kamis (12/5/2022).

Lebih lanjut Supriadi menyampaikan,  pada 10 Mei 2022, pihaknya juga telah resmi melaporkan SN, berdasarkan Surat Laporan Pengaduan Nomor: 006/SP/SB & Group/V/2022 tertanggal 09 Mei 2022,  kepada pimpinan SN pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau.

“Karena diduga SN menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas tersebut dan terhadap Laporan tersebut telah kami tembuskan kepada Gubernur Riau, Inspektorat Provinsi Riau dan Kepala Kantor Regonal XII Badan Kepegawaian Negara,” ungkap Supriadi.

Menurut Supriadi, adapun yang menjadi dasar Laporan Pengaduan tersebut adalah sikap SN yang diduga aroga yang karena telah menggembok pagar rumah yang telah dihibahkan kepada kliennya dengan rantai dan gembok.

“Sehingga sampai saat ini klien kami tidak bisa masuk ke rumah tersebut untuk mengambil barang-barang miliknya dan terhadap penggembokan rumah tersebutlah yang memicu terjadinya perkelahian antara suami klien kami dengan SN. Adapun yang menjadi tuntutan kami atas Laporan Pengaduan tersebut pada pokoknya kami meminta agar SN diberikan teguran dan saksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karna SN diduga sudah memberikan contoh yang tidak baik selaku pejabat dan pelayan masyarakat,” tutup Supriadi.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.