Azwir Effendy belakangan mengakui, pertemuan itu batal berlangsung lantaran tidak ada yang datang dari kelima perusahaan itu. Namun, ia mengatakan, pertemuan itu untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi atas pembatalan agenda tender tersebut.
Informasi diterima wartawan, Azwir kembali mengundang kelima perusahaan pada 10 Mei 2022. Ditanyakan lebih lanjut mengenai pertemuan 10 Mei 2022 ini, Azwir tiba-tiba membisu. Konfirmasi yang dilayangkan tak diacuhkanya.
Rumor beredar, ternyata tender itu diikuti sembilan perusahaan. Selain lima perusahaan yang diundang Azwir itu, ada empat perusahaan lain yang tidak pernah diundang Azwir. Padahal, ia berdalih ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi atas penundaan agenda tender itu.
Info yang diterima wartawan, setelah pertemuan Azwir dengan lima perusahaan peserta tender pada 10 Mei 2022, tak lama kemudian, tepatnya 12 Mei 2022, PHR melangsungkan agenda Pemasukan dan Pembukaan Dokumen Penawaran pada tender kegiatan Penyediaan Jasa Rental Kendaraan Ringan Penumpang untuk Area Operasi PHR dengan Nomor Tender SPHR00180A itu. Sembilan perusahaan tersebut diundang dan telah memasukan penawarannya.
Hingga berita ini diterbitkan, Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir dan Jafee A Suardin tak menggubris dua kali konfirmasi yang diajukan wartawan melalui nomor Whatsapp masing-masing.
Wartawan juga sempat mengkonfirmasi kepada VP Supply Chain Management (SCM) PHR Erwin Karow yang paling bertanggung jawab semua proses pengadaan di PHR, namun tak ada respon juga hingga berita ini diturunkan.






