Hadapi Resesi Global, Ketua DPD Minta Produksi Komoditas Lokal Ditingkatkan

oleh
7F35C9E0 D715 4A9A ACFB 3669BD8DE3E4

SURABAYA – Ancaman resesi global harus menjadi prioritas program kerja pemerintah di akhir dan awal tahun depan. Mitigasi dan antisipasi harus cermat. 

Demikian dikatakan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di sela lawatan ke beberapa daerah di Jawa Timur, Jumat (25/11/2022). 

Menurut LaNyalla, salah satu upaya yang bisa ditempuh pemerintah adalah menggenjot produktivitas komoditi lokal.

Baca Juga  Siapa Raup Cuan di Balik Kucuran Kredit Rp 24 Triliun dari Bank BUMN ke Perusahaan Terafiliasi ke Adaro?

“Pemerintah perlu mendorong peningkatan produktivitas komoditi lokal

   

dan menekan angka impor komoditi bahan baku pangan,” kata LaNyalla.

Dengan tingginya nilai produksi komoditi pangan dalam negeri, LaNyalla yakin Indonesia akan mampu melewati masa-masa sulit dalam pelambatan ekonomi.

Selain itu, LaNyalla berharap keunggulan bonus demografi yang dimiliki bangsa ini dapat dimaksimalkan

“Kita memiliki bonus demografi usia produktif yang tinggi, ini wajib dikelola. Sebab seperti dua sisi mata uang, bisa jadi berkah, bisa juga musibah, bila tidak ada lapangan kerja yang menyerap,” tandasnya. 

Baca Juga  Kaitkan Boikot Produk Terafiliasi Israel dengan Ancaman PHK Massal, Aspek Indonesia: Pengusaha Jangan Lebay!

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, hal tersebut harus dilakukan karena ekonomi dunia masih diperkirakan melambat dan memasuki resesi.

“Jika tidak diantisipasi, dampak yang bisa ditimbulkan adalah pertumbuhan ekonomi yang akan melambat, inflasi yang tinggi, suku bunga yang tinggi dan akan berlangsung lama, menguatnya mata uang dolar, serta cash is the king,” katanya.

Baca Juga  Save Tesso Nilo, Kementerian Kehutanan dan Satgas PKH Perkuat Pengamanan 'Rumah Domang'

Sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan melemahnya pertumbuhan ekonomi perlu direspon dengan kebijakan pemerintah agar ekonomi mikro tetap dapat dipicu dan siap menghadapi resesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *