PEKANBARU – Tokoh Masyarakat Kota Pekanbaru HM Nasir Day yang juga dikenal di kalangan masyarakat dengan sebutan ND, akhirnya angkat bicara atas berbagai persoalan tata pemerintahan dan pelayanan publik warga kota tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan itu.
“Saya mohon maaf kepada seluruh sanak famili, keluarga, teman dan adik-adik saya di Pekanbaru ini karena saya hampir sepuluh tahun ini tidak terlalu aktif berbicara tentang kondisi kota ini. Tapi hari ini, karena desakan dari teman-teman juga, kondisi infrastruktur kota ini harus bicarakan,” ungkap pria yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Riau itu di Pekanbaru itu, Kamis (9/2/2023).
Pria yang sudah malang melintang di dunia bisnis itu pun mulai mengurai beberapa persoalan yang saban hari dikeluhkan warga kota dimana pun ia berjumpa masyarakat di Pekanbaru.
“Mulai dari jalanan yang berlobang di sana-sini di Pekanbaru ini. Ini sangat menyiksa masyarakat. Setahun belakangan ini saya coba mengamati dan tampaknya tidak ada perbaikan,” ungkap Nasir.
Tak hanya menyayangkan kondisi infrastruktur jalan tersebut, Nasir juga mengungkapkan tak seharusnya kondisi lalu lintas di Jalan Riau dibiarkan semrawut seolah-olah tidak ada upaya penataan dari Pemko Pekanbaru.
“Sudahlah padat dan sumpek, kok bisa Pemko selama sepuluh tahun terakhir ini memberikan izin untuk pendirian hotel-hotel bertingkat di Jalan Riau itu? Apa mereka ini tidak mengerti cara membangun dan menata kota? Saya rasa tidak mungkin, gelar akademiknya mentereng semua saya lihat,” ketus Nasir.
Selain itu, Nasir juga mengaku tidak habis pikir apa yang membuat Pemko Pekanbaru tak mampu menyelesaikan pembangunan Pasar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai.
“Sudah lebih dari sepuluh tahun, tidak mampu Pemko membereskannya. Serumit apa sih persoalannya? Tidak mungkin kan, tidak ada solusinya. Jadi memang saya meyakini, memang tidak ada niat Pemerintah untuk mengurusnya. Padahal ini kan kebutuhan sebagian besar warga kota ini,” urai Nasir.
Pria yang juga tak asing di kancah politik lokal maupun nasional itu pun juga menyatakan kekecewaan warga kota, termasuk dirinya, atas tak kunjung terwujudnya Pasar Induk Pekanabaru.
“Awalnya saya melihat Pasar Induk adalah solusi atas kebutuhan ruang untuk aktifitas perdagangan di kota ini. Tapi nyatanya, cuma isapan jempol belaka sepertinya. Lagi-lagi, saya melihat Pemko tidak bisa mencari jalan keluar jika memang ada masalah pada pembangunan Padar Induk itu, padahal Pemko dimana-mana selalu mengklaim perdagangan merupakan urat nadi kota,” ulas Nasir.
Oleh sebab itu, ND pun menyatakan ia menagih pertanggungjawaban Pemerintah Kota Pekanbaru untuk segera dalam tempo singkat menata kesemrawutan infrastruktur dasar pelayanan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan.
“Yang jelas kondisi ini tidak mungkin kita biarkan lagi. Mau sampai kapan kota ini dibiarkan seperti ini? Saya benar-benar tidak bisa terima ini,” pungkas Nasir.(*)

