Pekerja Fly Over Retak Tak Pakai Helm dan Hanya Pakai Sandal

oleh
MagicEraser 230909 153120

PEKANBARU – Pekerja perbaikan fly over Jalan Sudirman – Jalan Imam Munandar Pekanbaru, Sabtu (9/9/2023) tampak melakukan aktifitas di atas fly over itu tanpa peralatan keselamatan yang memadai. 

Seorang pekerja tampak mengenakan harness namun tidak mengenakan helm, memakai celana pendek dan hanya mengenakan sandal. 

Sementara seorang lainnya, tampak hanya mengenakan rompi, tak mengenakan helm dan tanpa alas kaki berdiri di bibir fly over sambil melihat ke bawah tanpa menggunakan alat pengaman keselamatan. 

Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Arif Setiawan hingga berita ini dilaporkan belum memberikan keterangan apa pun. 

   

Sertifikat Layak

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Arif Setiawan hingga berita ini dilaporkan, Jumat (8/9/2023) belum memberikan keterangan terkait sertifikat kelayakan Fly Over Jalan Sudirman – Jalan Imam Munandar Pekanbaru. 

Setelah masyarakat heboh soal fly over itu yang retak, beredar informasi di kalangan warga Pekanbaru, bahwa hingga saat ini, fly over itu 

Tutup Sementara

Anggota Komisi V DPR RI Effendi Sianipar, Jumat (8/9/2023) siang meminta fly over Jalan Sudirman dan Jalan Imam Munandar Pekanbaru untuk sementara ditutup untuk penggunaan oleh publik. 

Baca Juga  Jalan Rengat-Tembilahan Makin Hancur, Nasir Day: Mana Jalan Multiyears yang Dibangun Rusli Zainal Dulu?

“Sementara ditutup dulu,” ungkap Politisi PDIP itu menjawab urbannews.id, Jumat siang. 

Tak hanya itu, ia juga menyatakan secara resmi tim teknis Kementerian PUPR supaya segera memberi keterangan supaya masyarakat tidak resah,” kata Effendi di sela kunjungan kerja di Palembang. 

Kontraktor Bangkrut

Mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Riau Ahmad Ismail, Jumat (8/8/2023) pagi ditemui di fly over Jalan Sudirman dan Jalan Imam Munandar Pekanbaru, mengakui fly over dibangun pada waktu ia menjabat Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Riau. 

“Waktu itu kan kontraktornya bangkrut, pailit, itu Pemprov Riau yang melanjutkan pembangunannya,” kata Ahmad Ismail di hadapan Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Arif Setiawan. 

Diketahui, pada waktu pembangunan fly over itu pada tahun 2012 lalu, kontraktor adalah PT Istaka Karya. 

Tak Lewati Fly Over

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau Sofyan Siroj mengaku tak berani lagi melintas di atas fly over Jalan Sudirman-Imam Munandar setelah mendapat foto kiriman dari mertuanya tentang keretakan di fly over itu. 

“Saya justru tadi dapat wa kiriman gambar ini dari mertua saya di Dumai. Karena sudah diwanti-wanti saya tidak berani lagi lewat di sana,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemko Pekanbaru Dukung Kelancaran Pembangunan Riau Creative Hub

Lebih lauh, ia berpandangan, lantaran sudah menjadi perhatian masyarakat, dan sudah ada isyarat keretarakan itu, maka sudah selayaknya menjadi perhatian khusus pihak-pihak yang terkait dengan hal itu.

“Artinya kan harus ada kewaspadaan supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi ini menyangkut keselamatan masyarakat,  tentu hendaknya pihak-pihak yang terkait memberi perhatian khusus,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pergeseran Beton Induk

Sebelumnya, Tokoh Masyarakat Pekanbaru Datuak Malano angkat bicara terkait Fly Over Jalan Sudirman – Harapan Raya yang retak. 

Berbincang dengan urbannews.id, Jumat (8/9/2023) pagi, Malano menyatakan pengakuan SF Hariyanto dan Kepala Dinas PUPRPKPP Riau yang menyatakan fly over retak hanya karena plester, adalah pernyataan yang tidak tepat.

“Jadi tidak tepat itu kalau dikatakan hanya karena plester, itu beton induk yang terjadi pergeseran, terjadi pegeseran” ungkap Malano. 

Tidak Perlu KNKT

Mantan Kepala Dinas PU Riau yang kini menjabat Sekda Riau SF Hariyanto menyatakan tidak perlu Komite Keselamatan Transportasi terkait jalan layang atau fly over Sudirman – Imam Munandar Pekanbaru yang retak. 

Baca Juga  Sekda Pekanbaru Beberkan Inovasi Pemko Atasi Stunting, dari Bola Ikan Patin Hingga Bantuan Rp 3 Juta per Anak

Ia mengatakan hal itu kala kedapatan oleh urbannews.id berada di lokasi jalan layang retak itu, Jumat (8/8/2023) pagi. 

“Ini kan cuma masalah plester, nggak perlu komite,” kata SF Hariyanto.

Dibangun Tahun 2012 

Sebelumnya diberitakan, Fly over atau jalan layang di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Imam Munandar yang pada Jumat (8/9/2023) diketahui retak, ternyata baru dibangun tahun 2012 lalu oleh Pemerintah Provinsi Riau. 

Penelusuran urbannews.id, kala itu dijabat oleh SF Hariyanto yang saat ini ternyata menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Riau. 

Diketahui, jalan layang atau fly over itu dibangun dengan anggaran Rp 68,9 miliar.

Fly Over Retak

Sebelumnya diberitakan, Fly over atau jalan layang di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Imam Munandar retak. Pantauan di lapangan, Jumat (8/9/2023) retakan menganga di sisi jembatan tersebut. 

Sementara itu, lalu lintas di atas jalan layang dan di bawah jalan layang masih terlihat ramai. Para pengendara tampak tak menyadari keretakan jalan layang tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *