Dugaan Permainan Kotor Proyek Rumah Sakit, CBA: KPK Segera Panggil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

oleh
A1B4DFFB FCFA 4E2B 97C2 EACA7EA7A1FF
Jajang Nurjaman

GRESIK – Center for Budget Analysis CBA meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan ke Kabupaten Gresik. KPK harus segera menelisik dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan proyek Pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati.

“Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman pada April 2023 menjalankan lelang untuk proyek rumah sakit Gresik Sehati. Dalam tender tersebut terdapat 124 peserta dan terdapat 18 yang mengajukan tawaran,” ungkap Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, Jumat (12/1/2024).

   

Jajang mengatakan, CBA menemukan dugaan modus permainan dalam pelaksanaan tender. Hal ini berdasarkan penetapan Pagu dan  Harga perkiraan sendiri (HPS) oleh pihak Pokja ULP Kabupaten Gresik, serta pemilihan pemenang tender yang sangat janggal.

“Dalam Penentuan Pagu proyek, CBA menduga oknum pejabat Gresik  sengaja membuatnya setinggi mungkin, agar nilai HPS dapat dibuat lebih mahal. Kemudian dalam pemilihan pemenang tender, CBA menduga ada unsur persekongkolan jahat antara oknum pejabat Gresik dan pihak swasta,” kata Jajang.

Dikatakan Jajang, dugaan ini berdasarkan kejanggalan dalam tahapan pengajuan penawaran, terdapat perusahaan yang digugurkan karena masalah teknis pembuktian kualifikasi. Padahal perusahaan tersebut dari segi nilai penawaran harga lebih efisien.

“Selanjutnya PT Permata Lansekap Nusantara yang dimenangkan awalnya mengajukan tawaran harga senilai Rp 59,2 miliar. Namun dalam kesepakatan kontrak nilainya berubah menjadi Rp 56. miliar. Nilai ini meskipun ada penurunan, faktanya nilai kontrak tersebut ada di bawah 80 persen dari HPS dan sangat beresiko tindak penyimpangan,” beber Jajang.

Menurut Jajang, CBA menduga ada kejadian yang harus diungkap oleh aparat penegak hukum khususnya KPK, dibalik beberapa belokan yang kelihatannya sederhana namun bisa berdampak kerugian negara.

“Panggil dan periksa pihak terkait, Seperti Pokja ULP, Panitia Lelang proyek Pembangunan Rumah Sakit Sehati dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,” pungkas Jajang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *