BANDUNG – Badan Gizi Nasional secara resmi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke fasilitas dapur makan bergizi gratis milik pria yang sedang viral.
Direktur Tauwas Wilayah II Badan Gizi Nasional Brigjen Doni Dewantoro memimpin langsung jalannya proses Sidak pada fasilitas pelayanan tersebut.
Kunjungan mendadak ini terekam dengan jelas dalam sebuah video yang mulai tersebar luas melalui berbagai kanal media sosial utama.
Terlihat dalam rekaman tersebut Brigjen Doni Dewantoro sedang memberikan sejumlah instruksi teknis kepada pemilik dapur mengenai standar operasional.
Pihak otoritas menyoroti tata letak ruangan yang dianggap kurang memadai untuk mendukung proses distribusi makanan bagi para penerima manfaat.
Doni menegaskan bahwa jalur pengantaran barang kotor tidak boleh bersinggungan langsung dengan area pengemasan makanan yang sudah matang.
Pemilik fasilitas tersebut diminta segera melakukan pembenahan interior termasuk pemasangan pintu khusus guna memisahkan gudang dengan area produksi utama.
Rangkaian instruksi tersebut diberikan agar standar kesehatan dan keamanan pangan tetap terjaga sesuai dengan protokol resmi dari pemerintah pusat.
Pemilik fasilitas yang bernama Hendrik Irawan memberikan klarifikasi mendalam mengenai klaim pendapatan harian sebesar Rp 6 juta yang viral.
Hendrik menjelaskan bahwa nominal uang tersebut bukanlah diambil dari jatah anggaran makanan bergizi untuk anak-anak sekolah yang membutuhkan.
Dana tersebut merupakan bentuk apresiasi atau insentif khusus dari Presiden Prabowo Subianto bagi mitra yang membangun dapur secara mandiri.
Pria asal Batujajar tersebut mengaku telah mengeluarkan modal pribadi sebesar Rp 3,5 miliar untuk membangun fasilitas pelayanan gizi tersebut.
Fasilitas produksi makanan tersebut berdiri kokoh di atas lahan seluas 1.000 meter persegi di wilayah Desa Pangauban Bandung Barat.
Hendrik menegaskan bahwa pembangunan gedung tersebut sama sekali tidak menggunakan dana dari pemerintah melainkan murni menggunakan tabungan milik pribadi.
Uang pengganti yang diberikan oleh pemerintah hanya bersifat kompensasi selama program berjalan dan bukan merupakan modal awal dari negara.
Meskipun menerima insentif jutaan rupiah, setiap harinya Hendrik mengaku bahwa dirinya hingga saat ini belum mencapai titik balik modal.
Setelah mendapatkan teguran keras dan sanksi penangguhan operasional, Hendrik Irawan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.
Permohonan maaf tersebut ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto selaku pimpinan tertinggi yang menggagas program makan bergizi gratis ini.
Hendrik menyatakan tidak ada niat sedikit pun untuk melecehkan program mulia pemerintah melalui aksi joget yang viral di internet.
Pihak Badan Gizi Nasional mengingatkan kembali bahwa program pemenuhan gizi ini bukan merupakan ajang bisnis untuk mencari keuntungan pribadi.
Penghitungan insentif harian tersebut dilakukan berdasarkan jumlah hari kerja efektif sebanyak 24 hari dalam satu bulan kalender yang berjalan.
Netizen sebelumnya sempat memberikan kritik pedas setelah melihat aksi pamer pendapatan di tengah proses penanganan gizi anak-anak di daerah.
Kini pemilik dapur bersedia menutup area yang dianggap kotor dan mengikuti seluruh arahan teknis dari tim Badan Gizi Nasional.
Pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh mitra agar kualitas layanan makanan bergizi tetap berada pada standar tinggi.
Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh wilayah Indonesia kedepannya.(SuaraGlobal.id)

