Cegah Kebocoran PAD, Kota Pekalongan Optimalkan Transaksi Cashless

oleh
IMG 8681

PEKALONGAN – Seluruh perangkat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan didorong untuk memaksimalkan elektronifikasi transaksi alias pembayaran nontunai, dalam penyelenggaraan program dan kegiatan mereka. Dengan begitu, potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dihindari.

Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, pada acara Rapat Koordinasi Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), di Aula BPKAD setempat, Rabu (18/9/2024).

Baca Juga  BPK Nyatakan Dana Hibah Siak 2011-2013 Tidak Sesuai Peraturan Pemerintah dan Perda Siak, Yusteng: Mestinya Ini Yang 'Digaskan' Oleh Kejati Riau Secepatnya

“Keuntungan transaksi elektronik ialah mengurangi tingkat kebocoran, misalnya terkait permasalahan retribusi parkir, tiket wisata, dan potensi PAD lainnya agar maksimal didapat,” bebernya.

Menurut Aaf, sapaan akrab wali kota, transaksi nontunai juga diterapkan terhadap pengadaan barang jasa pemerintah.

   

“Progress penggunaan transaksi elektronik harus terus meningkat. Bahkan, pemkot untuk pengadaan, 30 persen (pembayarannya) harus menggunakan e-katalog lokal,” jelasnya.

Baca Juga  20 Mobil Parkir Liar Dipasangi Stiker Peringatan

Ditambahkan, Bank Jateng, sebagai mitra kerja Pemkot Pekalongan dalam program transaksi nontunai, harus menyiapkan infrastruktur yang mumpuni.

Wali kota menuturkan, penggunaan transaksi elektronik juga dilakukan oleh para pedagang di Pasar Podosugih Kota Pekalongan.

“Targetnya tahun 2026/2027, (sebanyak) 70 persen (pedagang) menggunakan transaksi elektronik. Saat ini implementasinya masih 30 persen,” tandasnya.(*)

Baca Juga  Polrestabes Makassar Ringkus Dua Bandar Narkoba, Temukan 7,4 Kilogram Sabu di Kamar Kos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *