Dinkes Kota Cimahi Minta Masyarakat Waspada Penularan HMPV

oleh
IMG 9962

CIMAHI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyebadan  virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang merebak di China dan dilaporkan sudah masuk Indonesia.

“Kasusnya belum ditemukan di Cimahi. Tapi saya mengimbau warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan diri serta menjaga imunitas tubuh,” kata Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga  Warga Tamansari Semanggi Apartement ‘Cibir’ Klarifikasi Wijaya Karya Realty ke Media Massa

Mulyati menjelaskan, virus tersebut mempunyai gelaja seperti flu pada umumnya. Seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan kesulitan bernapas (pada kasus yang parah), bronkiolitis (peradangan saluran udara kecil) dan pneumonia.

“Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus RNA yang menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia. Kelompok rentan terinfeksi virus ini adalah anak-anak di bawah 5 tahun, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, pasien dengan sistem imun lemah dan lasien dengan penyakit pernapasan kronis,” kata dia.

   
Baca Juga  Disbunnak Perkuat Penanganan Persiapan Pemotongan Hewan Kurban Jelang Iduladha

HMPV tersebut dapat menular dengan, cara kontak langsung dengan penderita, udara (droplet) dan sentuhan dengan permukaan terkontaminasi.

“Pengobatan bagi orang yang terpapar virus HMPV ini dengan cara istirahat,hidrasi, obat antivirus (untuk kasus berat), oksigenasi dan perawatan suportif,” imbuhnya.

Untuk pencegahan dini, masyatakat di Kota Cimahi diimbau untuk selalu menerapkaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian menggunakan masker ketika dslam kondisi kurang sehat.

Baca Juga  Henggar Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Sunggingwarno

“Untuk mencegah terinfeksi HMPV yakni dengan mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker, menghindari kerumunan, vaksinasi (belum tersedia secara luas) dan menggunakan disinfektan,” tandas dia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *