Polisiti PDIP Zulkardi Bungkam saat Ditanya Soal Piutang Antara Mantan Karyawan dan Sanel Tour and Travel

oleh
IMG 1209
Zulkardi. foto/gesuri.id

PEKANBARU – Setelah terungkapnya dugaan mantan karyawan Sanel Tour and Travel ditahan ijazahnya oleh perusahaan karena masalah piutang, Anggota DPRD Pekanbaru dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Zulkardi, bungkam saat ditanya mengenai laporan mantan karyawan itu kepadanya.

Zulkardi tidak memberi keterangan apa pun sejak dikonfirmasi urbannews.id pada Jumat (25/4/2025) lalu hingga berita ini dilaporkan.

Sebelumnya, dilansir riaupos.co edisi 24 April 2025, Riaupos.co mendatangi Sanel Tour and Travel. Tiba di sana sekitar pukul 11.45 WIB siang, karyawan yang berada di lobby mengatakan pimpinan perusahaanya sedang tidak di tempat.

Baca Juga  RER Desak Kajati Riau Segera Periksa Syamsuar, Ulil, Ihsan dan Indra Gunawan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Kabupaten Siak

Ruangan cukup luas itu terlihat sejumlah karyawan sibuk beraktivitas. Saat berada disana, Riaupos.co sempat berbicara dengan seorang karyawan senior.

   

Sembari enggan menyebutkan nama, ia menyebutkan prosedur penahanan ijazah bagian dari kebijakan memininalisir risiko.

Pria paruh baru yang terlihat ramah ini tidak menanpik bahwa penahanan ijazah berkaitan dengan piutang. Iapun mengklaim baru kali ini ada karyawan yang bermasalah dan viral.

Baca Juga  H Arsadianto Rachman Kukuhkan Pengurus Pusat IKASMANSA Pekanbaru Masa Bakti 2025–2030

“Kita sudah di sini sejak 1993, baru ini ada yang bermasalah,” gumamnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang mengaku mantan karyawan Sanel Tour and Travel mengadu ke Anggota DPRD Pekanbaru Zulkardi bahwa ijazah mereka ditahan pihak Sanel Tour and Travel.

Belakangan, Zulkardi dan Wamenaker menyatroni kantor Sanel Tour and Travel dan terlihat pada video yang viral di media sosial, Wamenaker mencak-mencak ke karyawan Sanel.

Baca Juga  Anto Rachman Resmi Lantik Pengurus Empat Badan dan Lembaga MPW Pemuda Pancasila Riau

Atas tindakan Wamenaker itu, pihak Sanel Tour and Travel akhirnya menyatakan aksi Wamenaker itu telah mengakibatkan trauma dan ketakutan mendalam bagi karyawan mereka. Sanel juga mempertanyakan legalitas aksi Wamenaker tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *