Diplomasi Pendidikan RI–Mesir Menguat, Al–Azhar Dukung Prodi Bahasa Indonesia dan Indonesia Center

oleh
IMG 3511

KAIRO – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus memperkuat jejaring diplomasi pendidikan global. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dengan Wakil Grand Syeikh Al-Azhar, Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, di Kairo, Mesir, pada Senin (24/11). Pertemuan ini menegaskan penguatan hubungan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling terkemuka di dunia.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti  dengan Rektor Al-Azhar pada 6 November 2025 lalu, khususnya untuk mendukung keberlangsungan  Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia yang baru saja dibuka di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar. 

   

“Kehadiran kami hari ini adalah untuk mengafirmasi dukungan penuh Kemendikdasmen terhadap eksistensi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar. Ini adalah bentuk keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi akademik yang strategis dan berkelanjutan,” ujar Wamen Atip. 

Merespons komitmen Indonesia, Al-Duweiny menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kunjungan Wamen Atip beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran para pimpinan pendidikan Indonesia di Al-Azhar Kairo merupakan bukti nyata keseriusan Indonesia dalam kolaborasi dan kerja sama akademik, khususnya dalam pengembangan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. 

Lebih lanjut, Al-Duweiny menyampaikan bahwa kehadiran wakil menteri dari Indonesia menjadi bukti nyata keseriusan Indonesia dalam membangun kolaborasi akademik, khususnya pada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa Majelis Tinggi Al-Azhar akan mempertimbangkan pemberian “Al-Azhar Prize” untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tersebut. Selain itu, pihak Al-Azhar menyediakan sebidang tanah di kawasan kampus untuk kemungkinan pembangunan gedung Indonesia Center oleh pemerintah Indonesia. Pusat kegiatan ini diharapkan menjadi hubungan akademik dan budaya Indonesia di Mesir, yang akan memfasilitasi pertukaran pelajar, dosen dan promosi kebudayaan Indonesia. 

“Kami menyambut baik tawaran strategis ini dan akan segera berkoordinasi dengan Mendikdasmen dan Bappenas untuk merealisasikan pembangunan Indonesia Center,” ujar Wamen Atip menanggapi tawaran tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *