Moratelindo dan MyRepublic Indonesia Umumkan Merger untuk Percepatan dan Pemerataan Ekosistem Digital

oleh
IMG 3740

JAKARTA – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (“Moratelindo”, BEI: MORA) dan PT Eka Mas Republik (“EMR” atau “MyRepublic Indonesia”) mengumumkan tercapainya kesepakatan definitif untuk melakukan merger, di mana Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan dan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.

Melalui merger ini, PT Ekamas Mora Republik Tbk akan menjadi entitas yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi, dengan kapasitas yang tidak dapat dicapai oleh kedua perusahaan secara mandiri. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan layanan industri telekomunikasi Indonesia serta memperkuat ekosistem digital nasional.

   

Krisnan Cahya, Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (BEI: DSSA), menjelaskan bahwa merger ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memajukan agenda transformasi digital di Indonesia.

“Untuk itu, saya percaya merger ini merupakan langkah untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di tanah air. Melalui penguatan jangkauan jaringan dan peluncuran berkelanjutan, kita bisa mendorong ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Krisnan.

Selain itu, Krisnan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelanggan, karyawan, regulator dan pemegang saham, atas kepercayaan dan kolaborasi yang telah terbangun.

Masing-masing perusahaan membawa kekuatan jaringan yang saling melengkapi. Moratelindo merupakan Penyedia Akses Jaringan (NAP) dan Penyedia Layanan Internet (ISP) yang berpengalaman sejak tahun 2000, sekaligus salah satu penyedia jaringan tulang punggung telekomunikasi (Fiber Optic Backbone) terbesar di Indonesia.

Per September 2025, Moratelindo memiliki total panjang kabel serat optik sebesar lebih dari 57 ribu km dan 6 data centerberkapasitas 3,3 megawatt, dengan lebih dari 16,8 ribu pelanggan enterprise, hampir 1 juta total homepass, dan lebih dari 296 ribu jumlah pelanggan ritel.

Sementara itu, MyRepublic Indonesia, entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (BEI: DSSA), merupakan penyedia jaringan fiber to the home (FTTH) terdepan di Indonesia.

Per September 2025, MyRepublic Indonesia melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel dengan layanan internet cepat hingga 1 Gbps, dan memiliki lebih dari 58 ribu km kabel serat optik dengan lebih dari 8,7 juta homepass.

Jimmy Kadir, Direktur Utama dan CEO Moratelindo, menyatakan, mereka melihat merger ini sebagai langkah transformasional yang akan mendukung realisasi visi kami untuk menjadi penyedia infrastruktur dan layanan digital terintegrasi terdepan.

“Merger ini akan menempatkan entitas baru di garis depan masa depan digital Indonesia. Cakupan jaringan dan kapasitas infrastruktur yang saling melengkapi dapat menghadirkan layanan yang lebih stabil, cepat, dan cakupan lebih luas bagi pelanggan, sekaligus mempercepat ekspansi jaringan secara optimal,” ungkap Jimmy.

Detail Utama Merger:

●      Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan MyRepublic Indonesia akan bergabung menjadi bagian dari PT Ekamas Mora Republik Tbk.

●      Setelah penggabungan efektif, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (BEI: DSSA) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Ekamas Mora Republik Tbk (BEI: MORA) dari entitas hasil penggabungan melalui kepemilikan secara tidak langsung.

Timotius Max Sulaiman, Direktur Utama dan CEO MyRepublic Indonesia, menyampaikan, penggabungan ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan sinergi finansial yang berkelanjutan melalui optimalisasi biaya operasional dan menghindari duplikasi belanja modal dan pembangunan infrastruktur, yang dapat dilakukan melalui utilisasi aset jaringan backbone hingga last mile.

“Sinergi ini akan membuka ruang untuk pertumbuhan Perusahaan yang lebih luas dengan potensi yang semakin besar,” kata Timotius. 

Rencana merger telah mendapatkan persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris Moratelindo dan MyRepublic Indonesia, dan kini menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham.

Apabila semua persetujuan dan ketentuan terpenuhi, penyelesaian proses merger diharapkan dapat terlaksana pada semester pertama 2026.

Redpeak Advisers ditunjuk sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk transaksi ini.

Selama proses integrasi berjalan, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk memastikan transisi berjalan secara profesional dan lancar bagi karyawan, pelanggan, dan mitra.

Penggabungan keunggulan strategis, finansial, dan operasional yang dihasilkan dari merger ini akan memperkuat kapasitas entitas untuk meningkatkan layanan, mendorong percepatan dan pemerataan pengembangan ekosistem digital di Indonesia, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, negara, dan pemegang saham.

Kedua perusahaan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap langkah penggabungan strategis ini.

Semua informasi terbaru terkait merger akan dikomunikasikan melalui saluran resmi, termasuk pengumuman bursa, keterbukaan sesuai regulasi, dan juga melalui situs web masing-masing perusahaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *