Pesona Hangzhou Jadi Magnet Gaet Wisatawan Indonesia

oleh
IMG 3986

DIKENAL sebagai jendela peradaban Tiongkok yang telah eksis selama berabad-abad, Hangzhou, ibu kota provinsi Zhejiang, semakin agresif menarik arus kunjungan wisatawan global, termasuk wisatawan Indonesia.

Menurut data BPS, Tiongkok terus berada di jajaran lima besar destinasi utama bagi wisatawan Indonesia. Lebih dari 300 ribu wisatawan nasional telah berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, mencakup sekitar 5,6% dari total perjalanan WNI ke luar negeri.

   

Dinas Kebudayaan, Radio, Televisi, dan Pariwisata Hangzhou mempromosikan pesona daerahnya demi menggaet minat wisatawan Indonesia. Hal ini tecermin dari penerbitan Prangko Bersama Indonesia-Tiongkok pada Agustus 2025 dalam rangka 75 tahun hubungan bilateral kedua negara.

Keindahan Danau Beratan, Bali, dan Danau Barat, Hangzhou, tampak menghiasi prangko edisi khusus tersebut.

Pesona Hangzhou terletak pada tiga Situs Warisan Dunia, masing-masing mewakili bab penting dalam sejarah dan kebudayaan Tiongkok. Lanskap Budaya Danau Barat, terwujud lewat “10 Pemandangan Danau Barat,” merupakan mahakarya estetika klasik Tiongkok yang melambangkan keselarasan hubungan manusia dan alam selama lebih dari 1.000 tahun.

Kanal Besar (Bagian Hangzhou), bagian dari jalur air buatan terpanjang dan tertua di dunia, menyimpan kisah kejayaan ekonomi masa lampau. Kawasan bersejarah ini berpadu dengan kehidupan kota modern.

Situs Arkeologi Kota Liangzhu juga menjadi cerminan dari sejarah peradaban Tiongkok yang berawal lebih dari 5.000 tahun lalu. Struktur kota yang monumental, sistem pengelolaan air yang maju, serta artefak giok yang indah menjadi bukti nyata asal-usul kuno Tiongkok. Dengan demikian, Hangzhou mendapat julukan “Kota Pertama Tiongkok.”

Untuk meningkatkan pengalaman belanja wisatawan asing, Hangzhou menerapkan dan mengoptimalkan kebijakan “Tax Refund for Tourists” (TRT), yakni wisatawan asing yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari aktivitas belanja di toko-toko bebas bea saat pulang ke negaranya.

Kebijakan tersebut menegaskan komitmen Hangzhou sebagai pusat belanja internasional dan menciptakan layanan yang ramah wisatawan.

Daya tarik Hangzhou tak hanya sektor pariwisata, namun juga ekonomi. Di ajang Global Digital Trade Expo (GDTE) edisi keempat yang berlangsung pada September 2025 di kota ini, Indonesia menjadi salah satu tamu kehormatan.

“Sebagai tamu kehormatan di ajang GDTE tahun ini, Indonesia memiliki rencana pengadaan barang dan jasa dengan nilai yang mendekati RMB 1 miliar, terutama untuk pembangunan ibu kota baru dan transformasi digital,” ujar Wali Kota Hangzhou, Yao Gaoyuan, dalam keterangan pers yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (7/1).

Pihaknya bahkan menyiapkan pesawat khusus untuk membawa delegasi bisnis asal Indonesia yang mencakup sekitar 100 orang untuk berpartisipasi di GDTE.

Salah satunya, Alwis Rustam, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang ikut dalam rombongan. Menurut Alwis, Hangzhou merupakan salah satu kota di Tiongkok yang telah berkembang pesat, termasuk dari sisi transformasi digital.(mix.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *