Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Wilayah Jawa Barat Hingga Jakarta

oleh
a1075bf0 7e10 4b15 b70e 2d5323962364
Kapal PIS Cinta sedang melakukan proses pemuatan Avtur hasil pengolahan Kilang Pertamina Balongan di area Terminal Khusus Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis, (29/01/2026).

INDRAMAYU – Kiprah PT Pertamina (Persero)  di wilayah Jawa bagian Barat kian optimal dengan adanya berbagai infrastruktur terintegrasi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pada wilayah tersebut, terdapat infrastruktur hilir terintegrasi yakni Integrated Terminal Balongan, Kilang Unit VI Balongan, serta operasional kapal Pertamina International Shipping.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyatakan, peran fasilitas hilir tersebut saling terhubung dan menopang rantai pasok energi nasional. Kilang Balongan misalnya, merupakan fasilitas pengolahan minyak mentah menjadi BBM, Avtur dan produk Non BBM seperti prophylene bahan baku petrokimia. Kilang Balongan memperoleh suplai minyak mentah dari beberapa lapangan Pertamina Hulu Energi di sekitar Indramayu.

Baca Juga  Pertamina Raih Penghargaan BUMN dengan Belanja B2B Terbaik untuk UMKM pada Tahun 2023

Kilang Balongan juga dapat melakukan pengiriman ataupun penerimaan energi melalui jalur laut, dengan dukungan kapal Pertamina International Shipping.

Hasil pengolahan kilang Balongan juga digunakan oleh fasilitas terdekat lainnya, yakni Integrated Terminal Balongan dan Polytama Propindo, afiliasi Pertamina di bidang petrokimia.   

   

“Keseluruhan ekosistem infrastruktur energi Pertamina di Balongan berperan strategis untuk memastikan keandalan pasokan energi, khususnya untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian Jawa Tengah. Optimalisasi ini menjadi komitmen Pertamina dalam melayani kebutuhan energi masyarakat,” jelas Baron.

Baca Juga  Pengujian Drone Otomatis Dukung Pengawasan Keamanan Aset Migas

Ke depan, Baron mengungkapkan, Pertamina terus melakukan penguatan bisnis untuk optimalisasi keandalan infrastruktur dan operasional, sebagai bagian dari ketahanan energi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *