BYD kembali memperluas strategi bisnisnya di industri otomotif global dengan menghadirkan sub merek baru bernama Linghui.
Langkah ini menegaskan komitmen BYD dalam menggarap segmen kendaraan ramah lingkungan untuk kebutuhan komersial, khususnya layanan taksi.
Kehadiran sub-brand ini menjadi sinyal bahwa BYD semakin serius memisahkan pasar kendaraan penumpang pribadi dan kendaraan operasional berbasis armada.
Linghui merupakan sub-brand BYD yang secara khusus ditujukan untuk kendaraan komersial ringan, terutama taksi dan layanan ride-hailing.
Berdasarkan laporan media lokal China, kehadiran merek ini bertujuan menjaga citra BYD sebagai produsen mobil penumpang, tanpa tercampur dengan identitas kendaraan operasional.
Pendekatan ini bukan hal baru di industri otomotif global. Banyak pabrikan besar memisahkan lini kendaraan pribadi dan armada agar strategi pemasaran, penjualan, hingga layanan purnajual bisa lebih terfokus.
Sebelumnya, BYD sempat mendaftarkan empat model baru yang masih dirahasiakan. Kini, seluruhnya resmi diperkenalkan ke publik di bawah naungan merek Linghui.
Mengutip CNEV Post, dalam katalog regulasi terbaru yang dirilis Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) pada 8 Januari, BYD mengajukan permohonan untuk empat model, yaitu: Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9 dan Linghui M9.
Keempatnya tampil menggunakan logo merek Linghui, bukan logo BYD seperti versi kendaraan penumpangnya.
Menariknya, seluruh model sub-brand BYD Linghui bukanlah produk yang sepenuhnya baru.
BYD memanfaatkan platform dan model yang sudah dipasarkan secara global, lalu menyesuaikannya untuk kebutuhan operasional taksi dan armada.
Sebagai contoh, e9 dibangun dari basis sedan BYD Han. Sementara itu, e7 menggunakan platform Sealion 06 EV, e5 berbasis Qin Plus EV, dan M9 dikembangkan dari MPV BYD Xia.
Strategi ini dinilai lebih efisien karena BYD tidak perlu mengembangkan kendaraan dari nol, sekaligus memastikan reliabilitas produk yang sudah terbukti di pasar.(moladin.com)

