JAKARTA – Ekonomi hijau ditegaskan sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru nasional dalam forum Nature Forum 2026 bertema “Menjaga Alam, Menggerakkan Ekonomi: Arah Baru Pembangunan Berkelanjutan Indonesia” yang diselenggarakan di Nusantara TV Ballroom, pada Kamis (12/2). Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan arah konkret pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan transisi energi global.
Nature Forum 2026 hadir sebagai platform dialog dan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat arah kebijakan nasional terkait ekonomi hijau, energi terbarukan, dan pembangunan rendah karbon. Melalui sesi diskusi, keynote speech, serta forum interaktif, acara ini mendorong sinergi kebijakan, investasi hijau, serta inovasi teknologi lingkungan agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan inklusif.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden serta arah pembangunan dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, ekonomi hijau diposisikan sebagai strategi memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian energi, sekaligus mendukung pencapaian Net Zero Emission 2060. Komitmen tersebut juga tercermin dalam APBN 2026, di mana ketahanan energi dialokasikan sebesar Rp402,4 triliun untuk memastikan transisi energi berjalan terarah dan berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi bertajuk “Transisi Energi dan Masa Depan EV: Dari Ambisi Jadi Implementasi”, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK hadir sebagai pembicara bersama Ronny Afrianto, Wakil Presiden Komersialisasi Produk Niaga PT PLN (Persero); Welfizon Yuza, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta; serta Paul Butarbutar, Sekretaris Jenderal METI. Diskusi ini menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan, kesiapan infrastruktur, integrasi rantai pasok, serta kepastian investasi jangka panjang dalam mendorong industri kendaraan listrik (EV) dan energi bersih agar benar-benar terimplementasi di lapangan, bukan sekadar menjadi ambisi kebijakan.(*)

