KEBUMEN – Presiden RI, Prabowo Subianto menyebutkan bahwa Badan Karantina Indonesia (Barantin) memiliki peran strategis dalam mencegah masuk tersebarnya hama penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja kegiatan Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu (25/05). Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat hilirisasi perikanan, mendukung program Ekonomi Biru untuk Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 sejalan swasembada pangan nasional.
Kegiatan dilakukan untuk meninjau proses panen dan sortir hasil budidaya udang di kawasan BUBK Kebumen yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kawasan tersebut menjadi salah satu model budidaya udang berbasis kawasan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya.

“Pemerintah akan terus mendorong hilirisasi produk perikanan dan pengembangan sektor produktif di daerah. Produksi perikanan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan ekspor,” kata Prabowo.
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding yang turut hadir bersama Direktur Tindakan Deputi Karantina Ikan dan Kepala Karantina Jawa Tengah mengatakan bahwa pengembangan budi daya udang berbasis teknologi modern menjadi salah satu penggerak penting ekonomi nasional. Sektor ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, serta perluasan akses pasar ekspor produk perikanan Indonesia.(*)
