PT Timah Tbk Siapkan Kawasan Pengembangan Proyek Logam Tanah Jarang di Bangka Barat

oleh
IMG 5699

JAKARTA – PT Timah Tbk terus mempersiapkan pengembangan proyek logam tanah jarang (rare earth element/REE) di kawasan Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi mineral yang tengah disiapkan perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri.

Wakil Direktur Utama PT Timah, Harry Budi Sidharta, mengatakan perusahaan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 40 hektare sebagai lokasi pengembangan proyek. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan media gathering di Jakarta, Selasa (29/7/2026).

Baca Juga  Satgas Nataru Pertamina Sukses Jaga Pasokan Energi Nasional

Menurut Harry, kawasan tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan rencana proyek dan kesiapan infrastruktur pendukung. PT Timah juga telah memiliki fasilitas percontohan di Tanjung Ular yang akan dimanfaatkan sebagai bagian dari tahapan pengembangan logam tanah jarang.

Ia menjelaskan, proyek tersebut dirancang melalui kerja sama dengan mitra yang memiliki teknologi pengolahan logam tanah jarang. Dalam skema tersebut, PT Timah akan berperan sebagai penyedia bahan baku, sementara pembangunan serta pengoperasian fasilitas pengolahan dilakukan bersama mitra sesuai ketentuan yang disepakati.

   
Baca Juga  Sukses Raih HR Asia Awards 2026, PGN Buktikan Miliki Budaya Kerja Sehat dan Kolaboratif

Selain mempersiapkan lokasi, perusahaan juga melakukan pembahasan dengan sejumlah calon mitra untuk mendukung aspek teknologi dan pengembangan industri hilir. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus mendukung pengembangan industri mineral strategis di Indonesia.

Logam tanah jarang merupakan kelompok mineral yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri, antara lain elektronik, energi terbarukan, kendaraan listrik, perangkat telekomunikasi, hingga industri berteknologi tinggi. Pengembangan komoditas ini dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambang melalui proses pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga  Pertamina Pertahankan Kinerja Positif 2025

PT Timah menyatakan seluruh tahapan proyek akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk pemenuhan aspek teknis, lingkungan, dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Perusahaan juga akan melanjutkan proses pengembangan setelah seluruh persiapan dan kajian yang diperlukan selesai dilakukan.

Pengembangan proyek logam tanah jarang di Tanjung Ular diharapkan dapat mendukung program hilirisasi mineral nasional serta memperkuat pemanfaatan sumber daya mineral secara berkelanjutan.(bisnis.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *