SAUMLAKI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, bersama sejumlah mitra mulai memetakan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengrajin Tenun Tanimbar untuk memperluas akses pemasaran produk kerajinan daerah tersebut.
Upaya itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Saumlaki, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, INPEX Masela Ltd, PT Sarinah, dan IDSurvey.

FGD dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar Juliana Ch. Ratuanak. Forum tersebut membahas pengembangan kapasitas pengrajin dan pemasaran produk Tenun Tanimbar.
Salah satu data yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah keberadaan 47 motif Tenun Ikat Tanimbar. Motif-motif tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kepulauan Tanimbar dan menjadi bagian dari produk kerajinan masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, PT Sarinah menyampaikan strategi promosi dan pemasaran yang dapat digunakan untuk memperluas akses pasar produk Tenun Tanimbar.
Pembahasan juga melibatkan para pengrajin. Mereka mendapat kesempatan menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha tenun.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan dukungan terhadap pengembangan UMKM pengrajin tenun. Dukungan tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas pengrajin serta penguatan pemasaran produk.
Kegiatan tersebut turut dihadiri VP Supply Chain Management & Support INPEX Masela Ltd Rudi Imran dan Marketing, Promotion and Event Group Head PT Sarinah Elsa Laela Dwi.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga hadir, termasuk Wakil Ketua Dekranasda KKT Agustinus Songupnuan, Kepala Dinas Perindagnaker, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para penenun dan pengrajin lokal.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan produk kerajinan lokal dengan jaringan pemasaran yang lebih luas. PT Sarinah dilibatkan dalam pembahasan strategi promosi dan pemasaran, sedangkan IDSurvey turut menjadi mitra dalam proses pengembangan UMKM.
Pengembangan pasar Tenun Tanimbar dilakukan dengan tetap menempatkan produk kerajinan dan pengrajinnya sebagai bagian utama dari proses tersebut.
Dengan pemetaan potensi dan kebutuhan pengrajin, pemerintah daerah bersama mitra dapat menyusun langkah lanjutan untuk pengembangan UMKM Tenun Tanimbar, termasuk dalam aspek kapasitas produksi dan pemasaran.(klikfakta.id)





