Api Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Masih Jaga Titik Rawan Karhutla Sidangoli

oleh
IMG 5857

SOFIFI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Hijrah, Kecamatan Jailolo Selatan, wilayah Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, berhasil dipadamkan tim gabungan bersama masyarakat.

Meski api telah berhasil dikendalikan, penanganan belum dihentikan. Tim gabungan akan melanjutkan penyiraman dan pemantauan selama tiga hari untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga sekitar 500 meter. Respons cepat petugas membuat api tidak sampai meluas ke kawasan tempat tinggal masyarakat.

Tim yang terlibat dalam penanganan lanjutan antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

   

Fokus pada Titik yang Masih Kering

Setelah api dipastikan padam, perhatian petugas kini diarahkan pada kawasan yang masih kering dan memiliki potensi kembali terbakar.

Penyiraman dilakukan sebagai langkah pendinginan untuk memastikan bara yang tersisa benar-benar mati. Petugas juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang dinilai rawan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengerahkan armada mobil tangki air untuk mendukung pemadaman, pendinginan, dan penyiraman di sekitar lokasi karhutla. Penanganan juga melibatkan unsur TNI, termasuk Korem dan Yonif 732/Banau.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran berdampak pada sekitar satu hektare lahan. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan seluruh unsur yang bergerak menangani karhutla di Sidangoli.

Masyarakat juga diminta tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api baru.

Pemprov Maluku Utara menegaskan penanganan karhutla tidak berhenti setelah api padam. Pemantauan dan penyiraman menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama pada kawasan yang masih kering.

Dengan langkah tersebut, potensi karhutla di Sidangoli diharapkan dapat dikendalikan sejak dini sehingga tidak berkembang dan mengancam permukiman warga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *