Krakatau Steel Masuk Fortune Indonesia 100, Kinerja Perusahaan Buka Ruang bagi Industri Nasional

oleh
Krakatau Steel Masuk Fortune Indonesia 100, Kinerja Perusahaan Buka Ruang bagi Industri Nasional
Krakatau Steel Masuk Fortune Indonesia 100, Kinerja Perusahaan Buka Ruang bagi Industri Nasional

JAKARTA — Perbaikan kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mulai menunjukkan hasil. Perusahaan baja milik negara itu masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100, setelah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari proses transformasi Krakatau Steel yang diarahkan untuk memperkuat kondisi keuangan, efisiensi operasional, serta daya saing perusahaan. Bagi pekerja dan pelaku industri yang bergantung pada rantai pasok baja dalam negeri, perbaikan kondisi perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas industri.

Dalam keterangan resminya, Krakatau Steel menyebut perseroan mencatat laba bersih sebesar 339,64 juta dolar AS pada 2025. Kinerja tersebut menjadi salah satu dasar masuknya perusahaan dalam Fortune Indonesia 100.

Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan mengatakan masuknya perseroan dalam daftar tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan untuk melanjutkan transformasi.

   

“Masuknya Krakatau Steel dalam Fortune Indonesia 100 merupakan apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melanjutkan transformasi,” ujar Akbar dalam keterangan perusahaan.

Kinerja berlanjut pada 2026

Perbaikan kinerja tidak hanya terlihat dari laporan 2025. Hingga kuartal II 2026, pendapatan usaha Krakatau Steel tercatat mencapai 622,74 juta dolar AS, meningkat 35,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 460,83 juta dolar AS.

Krakatau Steel juga mencatat laba bersih 10,94 juta dolar AS pada periode tersebut.

Data tersebut menunjukkan aktivitas bisnis perseroan masih tumbuh pada paruh pertama 2026. Katadata melaporkan peningkatan pendapatan tersebut turut disertai dengan sejumlah langkah penguatan struktur keuangan dan optimalisasi aset.

Bagi industri pengguna baja, kondisi tersebut menjadi penting karena Krakatau Steel merupakan salah satu produsen baja terintegrasi di Indonesia. Produk baja perseroan digunakan untuk berbagai kebutuhan industri dan pembangunan.

Baca Juga  Jelang World Water Forum, Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi di Bali Aman

Transformasi menyentuh fundamental perusahaan

Masuknya Krakatau Steel ke dalam Fortune Indonesia 100 tidak hanya dikaitkan dengan capaian laba. Perusahaan juga menjalankan sejumlah langkah untuk memperbaiki fundamental bisnis.

Akbar mengatakan proses transformasi mencakup penguatan tata kelola, efisiensi operasional, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis.

Dukungan pemegang saham melalui Danantara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kondisi keuangan perseroan. Berdasarkan keterangan perusahaan, dukungan tersebut antara lain berupa Pinjaman Pemegang Saham (PPS) dan kesepakatan restrukturisasi lanjutan.

Langkah tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk memperbaiki likuiditas sekaligus menjalankan agenda transformasi.

Investortrust sebelumnya melaporkan bahwa transformasi Krakatau Steel juga tercermin dari masuknya perseroan dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 pada 2026.

Industri baja dan tenaga kerja ikut terdampak

Krakatau Steel merupakan perusahaan strategis dalam industri baja nasional. Karena itu, kondisi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan kinerja korporasi, tetapi juga dengan aktivitas pekerja, pemasok, pengguna produk baja, serta industri yang berada dalam rantai pasoknya.

Baca Juga  Wamendag Roro Dorong Peluang Ekspor Indonesia Lewat Maroko ke Pasar Afrika dan Eropa

Penguatan kinerja perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perseroan dalam menjalankan operasional dan memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Krakatau Steel menyatakan fokus berikutnya adalah meningkatkan kinerja operasional, memperkuat struktur keuangan, mengoptimalkan aset, serta mengembangkan bisnis.

“Perbaikan yang telah dicapai harus menjadi fondasi untuk membangun kinerja yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan ke depan,” kata Akbar.

Dengan masuknya Krakatau Steel dalam Fortune Indonesia 100 dan membaiknya sejumlah indikator kinerja hingga pertengahan 2026, perseroan kini menghadapi tahap berikutnya, yakni mempertahankan perbaikan tersebut agar tidak berhenti sebagai capaian sesaat.

Bagi pekerja dan pelaku industri, keberlanjutan transformasi menjadi hal penting karena stabilitas perusahaan baja nasional berkaitan langsung dengan kesinambungan produksi dan rantai pasok industri di dalam negeri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *