PURBALINGGA — Aspirasi warga yang menantikan akses penghubung antardesa selama puluhan tahun akhirnya terwujud melalui pembangunan Jembatan Gantung Langkap–Kramat di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Anggota Komisi V DPR RI, Rofik Hananto, menyebut pembangunan tersebut sebagai salah satu kebutuhan infrastruktur yang telah lama diperjuangkan masyarakat.
Jembatan yang menghubungkan Desa Langkap, Kecamatan Kertanegara, dengan Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, itu diresmikan pada Selasa (27/10/2026). Pembangunannya menggunakan anggaran APBN sekitar Rp4,27 miliar.
Rofik mengatakan, proyek tersebut dapat terealisasi melalui sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah setelah kebutuhan jembatan disampaikan dan diperjuangkan dalam proses penganggaran infrastruktur.
“Jembatan Langkap-Kramat ini super prioritas karena sudah diajukan cukup lama. Alhamdulillah tahun 2026 mendapat alokasi anggaran dari PUPR senilai Rp4,2 miliar. Mudah-mudahan manfaatnya segera dirasakan masyarakat Kramat dan Langkap,” kata Rofik saat sosialisasi pembangunan di Balai Desa Langkap pada Mei 2026, sebagaimana diberitakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Jembatan sepanjang 100 meter dengan lebar 1,8 meter itu melintasi Sungai Tambra. Sebelum fasilitas tersebut dibangun, warga mengandalkan jembatan kayu nonpermanen untuk menyeberang. Kondisi itu berisiko, terutama ketika debit sungai meningkat pada musim hujan.
Bagi masyarakat, keberadaan jembatan permanen diharapkan mempermudah perjalanan antardesa, memperlancar distribusi barang, dan mempercepat akses menuju layanan dasar. Kepala Desa Kramat, Jarwani, sebelumnya menyampaikan bahwa akses tersebut penting bagi warga, terutama ketika menghadapi kondisi darurat kesehatan yang membutuhkan perjalanan lebih cepat.
Rofik juga berharap jembatan dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Langkap, Kramat, dan desa-desa sekitarnya. Akses yang lebih mudah, menurutnya, berpotensi memperlancar mobilisasi penduduk serta distribusi hasil usaha warga.
Pekerjaan pembangunan dimulai pada 23 April 2026 dan selesai pada 19 Oktober 2026. Jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda motor dengan kapasitas maksimal 40 orang yang tersebar merata di atas jembatan, berdasarkan keterangan pejabat pelaksana teknis proyek.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif. Pemerintah kabupaten juga merencanakan perbaikan jalan menuju jembatan serta pemasangan lampu penerangan dari sisi Desa Langkap dan Desa Kramat untuk mendukung akses warga.
Pemerintah daerah turut merencanakan perbaikan ruas jalan Kramat–Sirau dan Sirau–Danasari yang ditargetkan mulai direalisasikan paling lambat pada awal 2027.
Terwujudnya jembatan ini menandai selesainya satu tahap pembangunan akses penghubung yang lama dinantikan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan sarana tersebut digunakan sesuai kapasitas, dirawat bersama, dan benar-benar mendukung mobilitas serta kegiatan ekonomi warga.(*)





