URBANNEWS.ID – Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Cirrus), Budi Santoso tak tinggal diam atas pernyataan pedas Head Corporate Communication PT Inalum, Rendi A Witoelar.
“Sebaiknya penyanggahan itu didasarkan pada substansi hukum dan administrasi negara dulu, bukan ngomong yang tidak substansial. Jangan arogan hanya karena mengerti Bahasa Inggris, kita bukan orang yang mau pamer Bahasa Inggris. Kalau cuma Bahasa Inggris enggak perlu pakai ahli serahkan pada google translater,” ujar Budi Santoso dengan santai menanggapinya kepada urbannews.id, Jumat (15/2/2019) malam.
Budi mempersilahkan kalau pihak-pihak itu kalau merasa benar. “Tetapi undang-undang dan kontrak karya jelas posisinya. Yang menginterpretasi hukum itu arbitrase atau pengadilan bukan seorang juru bicara perusahaan yang tidak paham substansi,” ketus Budi.
Menurut Budi Santoso, Negara Indonesia punya kedaulatan, negara punya sistem. “Kita uji apa yang dilakukan pihak Inalum dengan sistim yang dibangun oleh bangsa bukan cuma take for granted kalau orang bule selalu benar. Kalau masih punya mental inferior sama asing, bagaimana mungkin mampu bersaing dengan bangsa lain. Apalagi cuma modal Bahasa Inggris.
Baca dulu bukunya dan balas dengan data, bukan cuma debat kayak politisi, perusahaan harus profesional bukan berpolitik,” sindir Budi lagi.(hen)

