Empat Inisial Nama Mirip Mantan Petinggi Pertamina ‘Nongol’ di Bocoran Dokumen Limit Kredit Fantastis Senilai Rp 27 Miliar

oleh
Yusri Usman
Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman

URBANNEWS.ID – Potongan kata diduga nama-nama mantan petinggi Pertamina mencuat pada bocoran potongan dokumen pagu kredit biro direksi Pertamina bernilai Rp 27 miliar.

Pada potongan dokumen tersebut yang diterima redaksi urbannews.id, terlihat pada bagian bawah tertulis 16 digit nomor diikuti kata-kata diduga nama mantan petinggi Pertamina.

FA4C2D15 888C 4B2E BBB9 4ABD5CCA3225

Ada empat kata tertulis pada masing-masing baris setelah 16 digit angka. Keempatnya yakni kata CHRIS, EIMAN, EVITA, dan FERED. Nama-nama ini sangat mirip dengan nama sejumlah mantan petinggi Pertamina.

Masih belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pertamina mengenai bocoran dokumen ini. Humas Pertamina Fajriyah Usman tak memberikan keterangan apa pun ketika dikonfirmasi urbannews.id.

   
Baca Juga  Menuju Negara Kartu
D57C82F8 7935 43C3 A2A9 AF2E26E7CF7B

Sementara itu, Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman menanggapi munculnya inisial nama pada potongan dokumen bocoran diduga limit kredit petinggi Pertamina, menduga mantan direksi Pertamina masih menikmati fasilitas kredit itu.

“Saya menduga mantan direksi masih menikmati fasilitas kartukredit itu, ini perlu dipersoalkan dan dipertanyakan. Jika pun mantan direksi itu diangkat sebagai staf ahli, tetap tidak layak mendapat fasilitas kartu kredit. Karena staf ahli tugasnya kan hanya memberikan masukan di dalam dan tidak ada berhubungan dengan pihak stakeholder di luar yang dalam pertemuan membutuhkan kartu kredit,” ungkap Yusri.

Meski demikian, ia tetap meminta Pertamina membuka secara terang benderang ke publik mengenai bocoran dokumen limit kartu kredit yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik ini. “Jangan sampai menjadi isu liar, tak baik bagi proses GCG Pertamina,” ungkap Yusri.

Baca Juga  Mas'ud Khamid Bungkam, CERI Apresiasi Langkah BPH Migas Minta KPK Audit Teknologi IT Telkom pada Program Digitalisasi SPBU Pertamina yang Berantakan

Oleh sebab itu, lanjut Yusri, BPK atau BPKP harus mengaudit penggunaan semua kartu kredit Direksi dan Komisaris serta mantan Direksi Pertamina.

“Biar sekalian bisa membuktikan omongan Tanri Abeng dan Arie Soemarno bisa dipercaya atau tidak, terkait testimoni kartu kredit Pertamina yang mereka nikmati,” tutup Yusri.

Sementara itu, dikutip dari cnnindonesia.com, Ahok yang dimintai tanggapannya atas bocornya dokumen kartu kredit dengan limit Rp 420 miliar itu mengatakan hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan dokumen tersebut secara langsung dari direksi.

Baca Juga  Defisit Perumahan 11 Juta Lebih, REI Minta Pemerintah Serius

“Belum dapat dari direksi. Tidak pernah kami dikasih tahu soal group limit ini,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Kendati demikian, ia memastikan pagu Rp420 miliar tersebut diperuntukkan untuk para petinggi Pertamina di luar anak dan cucu perseroan.

“Itu termasuk manager dan lain-lain dari perseroan, di luar anak dan cucu perusahaan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan limit tersebut tidak termasuk limit kartu kredit yang selama ini diberikan kepada dewan direksi dan dewan komisaris.

“Itu di luar limit dewan komisaris dan limit direksi. Perlu diminta (penjelasan). Direksi (limitnya) Rp27 miliar. Direksi persero saja,” tandasnya.(hen/cnnindonesia.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *