Varian Omicron Terdeteksi oleh mBioCov-19

oleh
7595D841 1C22 4613 9FC7 3003115596EB

JAKARTA, URBANNEWS.ID – Kekhawatiran akan terjadinya gelombang ketiga pandemi CoVid-19 di Indonesia terkait dengan kemunculan varian baru Omicron (varian B1.1.529) telah mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif menjelang libur akhir tahun. Organisasi Kesehatan Dunia WHO mendeklarasikan Omicron sebagai “variant of concern” pada akhir November lalu, setelah terdeteksi di Afrika Selatan. 

WHO masih terus melakukan penelitian mengenai mutasi varian Omicron ini dan mendorong terus dilakukannya pengambilan sampel dengan menggunakan metoda PCR yang merupakan gold standard dalam deteksi virus.

Sharlini Eriza Putri, CEO dan co-founder Nusantics, perusahaan bioteknologi nasional yang memproduksikan alat uji (test kit) berbasis PCR, menekankan pentingnya menggunakan alat uji yang dapat mendeteksi varian Omicron sebagai upaya testing and tracing. 

“Alat uji yang tepat dan akurat akan memberikan data yang diperlukan oleh masyarakat dan pemerintah sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang efektif dan efisien untuk menekan penyebaran virus CoVid-19, khususnya varian Omicron ini,” kata Sharlini.

   

Mutasi merupakan sifat alami dari virus, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya untuk mencegah penyebaran varian Omicron dan varian-varian lainnya. 

Testing and tracing atau pengujian dan pelacakan, merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah penyebaran dan mutasi lebih lanjut.

Baca Juga  Tiga dari Lima Saksi yang Diajukan CPI Ditolak Majelis Hakim Sidang Limbah B3 TTM Blok Rokan

Nusantics, bekerjasama dengan BUMN PT. Bio Farma mengeluarkan mBioCoV-19, alat uji PCR yang dapat yang dapat mendeteksi varian Omicron (B.1.1.529) dalam sampel swab maupun sampel kumur.

Berikut adalah data pengujian in silico terhadap 141 data sampel dari GISAID yang dilakukan oleh Nusantics dengan menggunakan mBioCoV-19.

589F8F0A 474C 444F 96BA E65CD54D86B2

Teknologi yang dikembangkan oleh Nusantics dapat memprediksi arah mutasi CoVid-19 dengan menggunakan helicase dan RdRp sebagai target gene, sehingga memberikan akurasi yang sangat tinggi. 

“Helicase dan RdRp merupakan gen target inti dari virus SARS-CoV-2 yang membawa informasi tentang enzim penting dalam replikasi virus, sehingga meskipun virus tersebut bermutasi, dengan menguji gen target helicase dan RdRp, akan diperoleh data- data RT-PCR yang akurat terkait variant virus”, kata Revata Utama, co-founder dan Chief Technology Officer (CTO) Nusantics.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua alat uji Covid-19 yang berada di pasaran saat ini dapat mendeteksi seluruh varian virus CoVid-19. Hal ini disebabkan oleh banyaknya mutasi di daerah gen target seperti gen Nucleocapsid (N) dan gen Spike (S), yang dapat mengurangi sensitivitas dari alat uji Covid-19. 

“Kemampuan riset dan teknologi untuk memprediksi mutasi virus yang digunakan cukup advanced, sehingga tidak semua perusahaan R&D memiliki kemampuan untuk mendesain dan memproduksi alat uji yang dapat mendeteksi keseluruhan varian virus yang ada dan yang akan datang,” jelas Revata.

Baca Juga  Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja

Direktur Utama PT. Bio Farma, Honesty Basyir mengatakan bahwa mBiocov-19 memiliki keunggulan dalam mendeteksi varian-varian virus CoVid-19. 

“Tidak semua testing dapat mendeteksi mutasi secara spesifik,” kata Honesty. 

Kerjasama antara PT. Bio Farma dan Nusantics sejak awal didasari atas komitmen penuh dalam berinovasi. 

“mBioCov-19 sudah tervalidasi memiliki desain akurat yang mampu mendeteksi berbagai mutasi dan yang terakhir, 100% dapat mendeteksi varian Omicron,” tegas Honesty.

Selanjutnya, Honesty menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak lengah di ujung pandemi ini. “Di belahan Bumi bagian Utara yang mulai memasuki musim dingin, Omicron sudah mulai menjadi ancaman utama. Saat ini Indonesia berada dalam situasi yang jauh lebih baik. Tugas kita bersama adalah untuk terus menjaga situasi agar kondusif, dan bahkan membaik. Jangan sampai karena lengah testing, jerih payah kita yang sudah sukses mengatasi variant Delta kemarin sia-sia. Tidak semua testing dapat mendeteksi mutasi secara spesifik,” tegas Honesty.

Pernyataan ini juga sekaligus untuk menjawab pertanyaan publik mengenai ketersediaan alat uji PCR di dalam negeri yang dapat mendeteksi varian Omicron. 

Baca Juga  Demo Mahasiswa Cirebon Berakhir Ricuh, LaNyalla Minta Aparat Tidak Represif

“Saya menegaskan bahwa Indonesia memiliki alat uji PCR yang dapat mendeteksi varian-varian mutasi virus CoVid-19, termasuk varian Omicron,” kata Honesty.

Kerjasama Nusantics dengan BUMN PT. Bio Farma dimulai sejak awal pandemi CoVid-19 di tahun 2020 lalu. Pada bulan Mei 2020, PT. Bio Farma dan Nusantics meluncurkan BioCoV-19 generasi pertama, disusul dengan mBio-Cov-19 generasi kedua pada September 2020. Alat uji PCR ini dapat mendeteksi varian CoVid-19, termasuk varian Delta (B.1.617.2) dan Omicron (B.1.1.529) dalam sampel swab. Pada bulan Juni 2021, PT. 

Bio Farma dan Nusantics meluncurkan BioSaliva yang menggunakan metoda kumur, sehingga nyaman dan aman bagi anak-anak dan lansia. Sama seperti alat uji PCR dengan metoda swab nasal dan nasofaring, BioSaliva juga dapat mendeteksi varian CoVid-19, termasuk varian Delta dan Omicron. 

Kerjasama ini, menurut Honesty merupakan bagian dari agenda pemerintah dimana BUMN akan menjadi penggerak inovasi teknologi. Khususnya untuk BUMN Kesehatan, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan arahan untuk terus melakukan inovasi alat kesehatan, obat-obatan dan vaksin untuk memenuhi dalam negeri. Hingga saat ini, PT. Bio Farma telah mendistribusikan lebih dari 5 juta kit mBioCov-19 dan BioSaliva.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *