YLKI: Sistem IT Bank Mandiri Amat Rapuh

oleh
5AAD56EB 9F1A 4F6A BF75 8A3E99C39B95
Nasabah Bank Mandiri.foto/okezone.com

URBANNEWS.ID – Pasca hebohnya perubahan saldo pada rekening Bank Mandiri, banyak nasabah kebingungan. Sejumlah nasabah bahkan menumpahkan kekesalannya di media sosial sembari menggerutu atas layanan perbankan pelat merah tersebut. Peristiwa ini juga menjadi perhatian khusus dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). 

“Bisa disimpulkan sistem IT di Bank Mandiri amat rapuh, dan rentan di hack oleh para hacker, yang berpotensi merugikan nasabah Bank Mandiri,” kata Tulus Abadi, Ketua YLKI, Sabtu (20/7).

Baca Juga  Bangunan Rumah Susun Kementerian PUPR Telah Dinikmati Ratusan Santri di Pekanbaru dan Kampar

Melihat kondisi ini, Tulus meminta manajemen Bank Mandiri untuk mereview sistem IT-nya, sehingga ke depan tidak terjadi hal yang serupa. Selain itu, ia juga meminta Bank Mandiri untuk meyakinkan konsumen bahwa seluruh saldo dan dana milik nasabah dalam keadaan aman dan bertanggungjawab terhadap kekurangan saldo.

Terkait errornya system IT di Bank Mandiri ini, pihak Bank Mandiri telah meminta maaf. Pihak manajemen Bank Mandiri juga membenarkan adanya masalah yang terjadi, termasuk perubahan saldo pada sistemnya tersebut.

   
Baca Juga  Harga Pertamax 92 Lebih Murah dari Premium 88, Bukti Negara Ngawur Terapkan Kebijakan Harga BBM Nasional

“Saat ini kami informasikan dan tegaskan, bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10% nasabah Bank Mandiri,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas.

Rohan menegaskan akan menjamin saldo nasabah pulih dalam waktu 2-3 jam setelah peristiwa tersebut. Pihak Bank Mandiri juga mempersilahkan nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya ke kantor cabang Bank Mandiri terdekat. “Sekali lagi kami memohon maaf dan kami pastikan rekening nasabah, aman,” tegas Rohan.(kontan.co.id)

Baca Juga  Pertamina Merugi Rp 11 Triliun Lebih, CBA: Menunggu Nicke Widyawati Mundur dari Pertamina