PEKANBARU – Penggalan pidato salah seorang tokoh masyarakat Riau, Wan Abu Bakar beberapa waktu lalu dalam sebuah acara Masyarakat Pelalawan Kota Pekanbaru mendapat berbagai reaksi.
Video yang diunggah akun TikTok @pkucity tersebut beredar di berbagai whatsapp group (WAG). Di dalam video tersebut Wan Abu Bakar mengucapkan kalimat yang dianggap mengandung provokasi dan berbau rasis serta dikhawatirkan berdampak konflik antar etnis di Riau. Apalagi sambutan itu disampaikan dalam rangka menyambut Pilkada 2024 di Riau.
Menanggapi hal tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru Iwan Pansa menyatakan sangat menyayangkan dan mengecam narasi-narasi yang berbau provokasi jelang Pilkada 2024 ini.
“Harusnya kita sudah selesai dengan persoalan seperti itu, semua yang ada di Riau ini tentunya adalah anak Riau, orang Riau, apalagi yang mau maju dalam Pilkada serentak nanti kan orang Riau semua. Kan gak ada warga negara asing, gak ada orang yang ber KTP luar Riau yang maju dari figur figur yang muncul,” ungkap Iwan.
Jadi, lanjut Iwan, jangan lagi sekelas tokoh masyarakat berpikiran kerdil dan menjadi provokator.
“Ingat, Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika. Sumpah Pemuda sudah menghapuskan semua perbedaan kesukuan. Pancasila sudah menguatkan kita dengan persatuan dan Riau merupakan bahagian dari Indonesia. Harusnya tak perlu dikotomi lagi putra daerah atau bukan putra daerah, berpikir mundur namanya kalau begitu,” ungkap pria yang akrab disapa Iwan P itu.
Menurut Iwan, jika dilihat komentar di konten yang diunggah akun@pkucity tersebut, memang mendapatkan berbagai tanggapan pro dan kontra dan jika ini terus berlanjut tentunya akan berdampak kurang baik dalam perhelatan Pilkada 2024 di Riau dan dapat sebagai pemicu konflik atau distrust di kalangan masyarakat.
“Perhelatan Pilkada ke depan tentunya dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang luar biasa untuk Riau dan seluruh kabupaten kota, bukan malah memilih raja-raja kecil yang ingin berkuasa dan mensejahterakan keluarganya dan sanak familinya tanpa mempedulikan masyarakat Riau dan yang jelas harus orang yang tidak munafik dan anti korupsi serta jujur,” pungkas Iwan.(*)






