Kunjungan Industri ke Area Operasi PT Mifa Bersaudara, Civitas Akademika Teknik Pertambangan Unsyiah: Ini Bisa Jadi Panutan ‘Good Mining Pratice’

oleh
Kunjungan Teknik Pertambangan Unsyiah
Civitas Akademika Prodi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala berfoto bersama di sela Kunjungan Industri ke area operasional PT Mifa Bersaudara, Sabtu (5/10/2019).foto/rri.co.id

URBANNEWS.ID – Puluhan mahasiswa dan civitas akademika Prodi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melakukan kunjungan industri dan studi lapangan ke area operasional PT Mifa Bersaudara, di Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (5/10/2019).

Kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan potensi akademik dan pengetahuan praktik lapangan operasional pertambangan melalui penerapan Good Mining Practice.

Koordinator Prodi Teknik Pertambangan Unsyiah, Pocut Nurul Alam, dalam sambutannya mengatakan, sangat penting bagi mahasiswa melaksanakan kunjungan industri ke perusahaan seperti PT Mifa Bersaudara.

Baca Juga  Ketua Golkar Riau Tak Ada Respon soal Kekosongan Pimpinan DPRD Rokan Hulu dari Partai Golkar

Tujuannya kunjungan seperti itu kata Pocut antara lain guna meningkatkan kemampuan praktikal tambang serta mengetahui aspek – aspek penting lainnya seperti pengelolaan K3LH dan CSR yang harus diperhatikan ketika mengelola perusahaan tambang nantinya.

   

“Salah satu bukti Mifa menerapkan good mining practice adalah dengan telah dilakukannya reklamasi di area pascatambang. Ini menjadi pembelajaran yang sangat baik bagi mahasiswa dalam proses pengelolaan pertambangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pocut juga mengatakan bahwa kehadiran PT Mifa Bersaudara di Aceh saat ini sangat membantu para mahasiswa tambang Unsyiah yang mayoritas putra-putri Aceh dikarenakan perusahaan selalu bersedia menerima dan menyambut baik kunjungan industri mahasiswa yang ingin belajar secara langsung.

Baca Juga  Komisi III DPR Sepakati Firli Bahuri Jadi Ketua KPK

“Kita semua berharap agar kehadiran industri tambang seperti PT Mifa Bersaudara ini mampu memberikan dampak positif untuk masyarakat Aceh dan dapat menjadi model bagi industri tambang lain yang beroperasi di Aceh,” ungkapnya lagi.

General Manager Operation PT Mifa Bersaudara Adi Risfandi, mengatakan bahwa generasi muda tambang Aceh harus benar-benar didukung dari segi pengetahuan akademik dan praktik lapangan.

Baca Juga  Layangkan Surat Terbuka untuk Jokowi, Ahmad Daryoko Sebut Sistem Kelistrikan Jawa-Bali Langgar Konstitusi

Dengan demikian, ke depannya akan banyak lulusan – lulusan teknik pertambangan dari Unsyiah yang dapat mengelola berbagai investasi industri pertambangan di Aceh, bahkan di seluruh pelosok Indonesia.

“Kita sama-sama mengetahui bahwa Aceh memiliki sumber daya alam yang luar biasa, sudah saatnya kita dukung generasi muda tambang Aceh agar mereka mampu mengelola sendiri kekayaan alam Aceh bersama – sama,” demikian Adi.(hen/rri.co.id)