Korban PHK Bangkit Lewat UMiMAX, Program Pertamina Dorong Usaha Ultra Mikro Berkembang

oleh
07ab0a9e 7c1a 41c0 bc20 504f63f5a194

JAKARTA – Program UMiMAX (Ultra Mikro Pertamina Aksi) yang dijalankan PT Pertamina (Persero) membantu masyarakat rentan ekonomi, termasuk korban pemutusan hubungan kerja (PHK), memulai dan mengembangkan usaha kecil sebagai sumber penghasilan.

Salah satu penerima manfaat, Rahmadi (30), memulai usaha warung kopi setelah kehilangan pekerjaan. Sebagai kepala keluarga, ia memanfaatkan dukungan dari Program UMiMAX untuk membangun usaha yang kini menghasilkan omzet sekitar Rp1,9 juta per minggu.

“Alhamdulillah, setelah ikut Program UMiMAX saya memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menjalani hidup dengan lebih tenang,” ujar Rahmadi dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga  Sri Setyaningsih Difablepreneur Pertamina Raih Local Hero Terbaik dalam BCOMSS Kementerian BUMN

Penerima manfaat lainnya, Wiwik Utami (49), juga mengembangkan usaha warung makan instan (Warmindo) setelah kondisi ekonomi keluarganya terdampak PHK yang dialami suaminya hampir dua tahun lalu.

   

Pada awal menjalankan usaha, penghasilannya masih di bawah Rp50 ribu per hari. Namun, seiring bertambahnya pelanggan dan variasi menu, kini Wiwik memperoleh laba bersih sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per minggu.

“Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak,” katanya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan UMiMAX merupakan program pemberdayaan yang ditujukan bagi masyarakat rentan ekonomi agar memiliki kesempatan membangun usaha secara mandiri.

Baca Juga  Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyediakan bantuan sarana usaha, tetapi juga dilengkapi pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha sehingga peserta memiliki peluang mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

“Program ini lahir untuk membangkitkan semangat masyarakat rentan ekonomi agar dapat membangun atau mengembangkan usaha ultra mikro. Kami juga memberikan pendampingan dan pelatihan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang,” ujar Baron.

Ia menjelaskan sekitar 75 persen peserta UMiMAX merupakan pekerja yang terdampak PHK. Sisanya berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal dan guru kontrak.

Baca Juga  Ucapkan Selamat ke Pemenang Lomba Esai, LaNyalla: Anak Muda Harus Melek Politik

Pertamina mencatat sejumlah peserta berhasil meningkatkan skala usahanya setelah mengikuti program tersebut. Berdasarkan data perusahaan, total pendapatan seluruh peserta selama periode Januari hingga April 2026 mencapai sekitar Rp2,75 miliar dengan laba bersih sekitar Rp858 juta.

Baron menilai capaian tersebut menunjukkan usaha ultra mikro memiliki peluang berkembang apabila memperoleh dukungan yang sesuai, baik berupa fasilitas usaha maupun pendampingan.

“Kami berharap program UMiMAX dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru yang mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *