Dua Politisi Golkar Ribut di Rapat Banggar DPRD Riau, Eet dan Parisman Sempat Saling Tantang untuk Berduel

oleh
IMG 5564
foto/bukamata.co

PEKANBARU – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang berlangsung di ruang rapat medium DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), diwarnai insiden panas. Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet nyaris terlibat baku hantam setelah saling bersitegang dalam pembahasan LKPJ APBD Riau Tahun Anggaran 2025. Keduanya merupakan politisi Partai Golkar.

Pada awal rapat, suasana berlangsung normal dan kondusif. Rapat dipimpin langsung oleh Parisman Ihwan serta dihadiri sejumlah anggota Banggar, di antaranya Suyadi, Imustiar, Indra Gunawan Eet, Andi Darma Taufik, Abdul Kosim, dan anggota lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang berada di dalam ruang rapat, keributan bermula ketika Indra Gunawan Eet menyampaikan pandangannya terkait pembahasan LKPJ APBD Riau 2025.

Dalam penyampaiannya, Eet disebut menyinggung adanya keterlibatan pimpinan DPRD Riau dalam pergeseran anggaran APBD Riau 2025.

   
Baca Juga  Anto Rachman Resmi Lantik Pengurus Empat Badan dan Lembaga MPW Pemuda Pancasila Riau

“Ketika Pak Eet menyampaikan tanggapan, Pak Parisman langsung menginterupsi karena merasa namanya disebut terlibat dalam pergeseran anggaran tersebut dan ingin meluruskan,” ujar sumber yang mengikuti jalannya rapat, dikutip pekanbaru.tribunnews.com.

Perdebatan pun semakin memanas. Keduanya dikabarkan saling meninggikan suara, saling menunjuk, hingga menepuk meja. Bahkan, menurut sumber tersebut, keduanya sempat saling menantang untuk berduel.

Beruntung, anggota dewan dan peserta rapat lainnya segera turun tangan untuk melerai sehingga bentrokan fisik dapat dihindari.

Akibat situasi yang tidak lagi kondusif, pimpinan rapat akhirnya memutuskan untuk menskors jalannya rapat sementara.

Usai insiden tersebut, Parisman Ihwan mengaku keberatan atas pernyataan yang disampaikan Indra Gunawan Eet, terlebih disampaikan dalam forum resmi yang juga dihadiri TAPD.

Baca Juga  Dukung Proses Hukum, PT Musim Mas Tegaskan Telah Kantongi Izin Sesuai Peraturan yang Berlaku

Sebelum rapat kembali dilanjutkan usai Salat Zuhur, Parisman diketahui sempat mendatangi ruang Komisi V DPRD Riau untuk menemui Indra Gunawan Eet guna melakukan klarifikasi. Namun, saat itu Eet disebut sudah tidak berada di ruang kerjanya.

Rapat Banggar bersama TAPD kemudian kembali dilanjutkan dengan dipimpin oleh Parisman Ihwan. Sementara itu, Indra Gunawan Eet belum terlihat kembali mengikuti jalannya rapat hingga pembahasan dilanjutkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Indra Gunawan Eet terkait insiden tersebut maupun substansi perdebatan yang terjadi dalam rapat Banggar DPRD Riau.

Sementara itu, pihak Kepolisian dikabarkan masih menyelidiki penyebab kericuhan yang terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7/2026).

Insiden yang terjadi setelah rapat tersebut sempat terekam video dan beredar di media sosial. Dalam rekaman terlihat sejumlah orang terlibat adu mulut yang kemudian berujung saling dorong hingga terjadi bentrokan fisik. Polisi menyatakan tengah mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Baca Juga  Soal Perselisihan Iwan Pansa dan Suparman, MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Sayangkan Beredarnya Narasi Provokatif Berbau SARA

Informasi yang beredar menyebutkan ketegangan meningkat setelah rapat berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah pihak dari dua kubu kemudian terlibat adu mulut di luar ruang rapat yang berkembang menjadi aksi saling dorong dan adu pukul. Dalam insiden tersebut, seorang pria dilaporkan sempat terjatuh dan kehilangan kesadaran sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.

Hingga berita ini ditulis, pimpinan DPRD Riau belum mengeluarkan penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kericuhan. Sementara itu, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian dan menentukan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam insiden tersebut.(datariau.com/cakaplah.com/satuju.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *