Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Telusuri Situs Bersejarah di Desa Koto Pait Beringin

oleh
cc6c5b7f 929c 4983 8ad4 4577d59f4ddf
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Telusuri Situs Bersejarah di Desa Koto Pait Beringin

BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau bersama tokoh masyarakat menelusuri sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya menggali dan mendokumentasikan sejarah lokal Desa Koto Pait Beringin. Penelusuran dilakukan dengan mendatangi sejumlah lokasi yang disebut masyarakat memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah desa.

Rombongan menyusuri jalur perkebunan menuju sejumlah titik yang berada di kawasan dengan medan cukup menantang. Selain observasi langsung, mahasiswa juga menggali informasi melalui wawancara dengan tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah dan perkembangan wilayah tersebut.

Baca Juga  Soal Perselisihan Iwan Pansa dan Suparman, MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Sayangkan Beredarnya Narasi Provokatif Berbau SARA

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah sebuah batu yang dikenal masyarakat sebagai Batu Bintang. Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat setempat, batu tersebut diyakini merupakan penanda yang dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda dalam kegiatan pemetaan wilayah.

   

Menurut keterangan yang dihimpun dalam kegiatan tersebut, pemetaan pada masa itu berkaitan dengan rencana pembukaan kawasan pertambangan yang mencakup wilayah Desa Koto Pait Beringin.

Selain Batu Bintang, rombongan menemukan sejumlah makam tua di tengah kawasan hutan. Makam-makam tersebut disebut telah lama tidak terawat dan menjadi bagian dari lokasi yang ditelusuri dalam kegiatan eksplorasi sejarah.

Tokoh masyarakat yang mendampingi rombongan menyebut keberadaan makam tua tersebut menunjukkan bahwa kawasan yang kini berupa hutan dan perkebunan pernah menjadi bagian dari permukiman masyarakat pada masa lalu.

Baca Juga  BPK Temukan Ketidaksesuaian Pekerjaan Rp4,74 Miliar pada Proyek Pengembangan Masjid Raya An-Nur Riau

Salah satu makam yang ditemukan dikenal sebagai Makam Tuk Singo. Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat, Tuk Singo merupakan tokoh yang hidup pada masa Kesultanan Siak dan memiliki keterkaitan dengan perkembangan perguruan silat Onggan.

Tuk Singo juga disebut sebagai pendiri sekaligus guru perguruan silat tersebut. Silat Onggan hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari warisan budaya.

Pemangku Adat Desa Koto Pait Beringin, Aziz Ibrahim, mengatakan penelusuran tersebut menjadi langkah awal untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan informasi mengenai sejarah desa.

Baca Juga  Dinilai Lamban Perbaiki Jalan Rusak, Massa Pemuda Pancasila Tuntut Mendagri Segera Evaluasi Pj Walikota Pekanbaru Muflihun

Menurut Aziz, informasi yang diperoleh dari penelusuran lapangan dan keterangan para tokoh masyarakat selanjutnya akan disusun menjadi dokumentasi sejarah lokal.

Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal perjalanan sejarah Desa Koto Pait Beringin.

Kegiatan mahasiswa KKN UIN Suska Riau bersama tokoh masyarakat tersebut juga mencakup pendataan terhadap lokasi-lokasi yang dianggap memiliki nilai sejarah dan budaya. Data yang terkumpul dapat menjadi bahan awal untuk pengembangan dokumentasi sejarah desa.

Penelusuran situs sejarah lokal ini sekaligus menjadi bagian dari kegiatan mahasiswa KKN dalam berinteraksi dengan masyarakat dan menggali potensi yang terdapat di wilayah tempat mereka melaksanakan pengabdian.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *