Statement Berbahaya Menteri PUPR

oleh
162EE6D4 F874 4571 9AFC 5BE94B94D53A
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.foto/suara.com

Oleh: Ahmad Daryoko, Koordinator Indonesia Infrastruktur Watch (IIW)

STATEMENT Menteri PUPR, yang dikutip www.vivanews.com edisi 7 November 2019, dengan judul ‘Menteri Basuki Minta Kurangin Peran Konsultan’, yang menyatakan bahwa tidak perlu lagi gunakan tenaga Konsultan (maksudnya Konsultan Lokal), sangat berbahaya. 

Pertanyaan besarnya mengapa dia berstatement seperti itu? Jawabnya adalah, karena indikasinya semua proyek infrastruktur akan diserahkan ke China melalui EPC System (Engineering, Procurement, Construction). 

Intinya infrastruktur akan dibangun dengan uang China. Dan dari awal sampai selesainya proyek, yaitu mulai dari Perencanaan sampai Pelaksanaan Konstruksi semuanya akan menggunakan Konsultan dan Kontraktor China dan  memakai modal dari China (satu paket). 

   
Baca Juga  Jalan Depan Bawaslu dan Arah Istana Negara Jakarta Diblokade Beton, Netizen: Wah, Udah Kayak Gaza Nih...

Sehingga mulai dari Bank, Konsultan Perencana, Kontraktor Pelaksana, semuanya satu paket dari China. Seandainya ada yang lokal, posisinya hanya sebagai sub kontraktor atau sub konsultan saja. Kalau toh akan dibentuk sebuah badan bernama Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) yang katanya berfungsi sebagai badan yang berfungsi untuk mewujudkan sebuah proyek infrastruktur, bisa dipastikan Badan ini hanya berfungsi semacam broker yang bertugas menyiapkan sebuah “conceptual design” dan mempersiapkan Konsultan, Kontraktor dari China dalam satu paket  pelaksana proyek sekaligus mengusulkan Bank China mana saja yang akan membiayai proyek ini.

Baca Juga  Deputi Pengadaan SKK Migas: Tanggungjawab Pengawasan di Deputi Operasi SKK Migas, Bukan Saya...

Kesimpulan

Pemerintah akan membentuk Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dengan mengesampingkan peran Konsultan Lokal ini, hanya strategi agar semua proyek infrastruktur (termasuk pindah ibu kota RI) bisa dilaksanakan dengan EPC System dengan menggunakan uang dari China. Sehingga tidak perlu mengikuti mekanisme pengadaan proyek persis sebagaimana pelaksanaan proyek pada umumnya (karena tahap detail design dan lainnya baru akan dilakukan setelah kontrak di tanda tangani).

Baca Juga  Sekjen GO TVKI Pertanyakan Landing Right Mola TV

Perlu diketahui bahwa EPC System ini pada umumnya dilaksanakan dalam rangka kerja sama dengan China. Dan semuanya dilaksanankan dengan hutang dari China.***