Protes Satgas Covid-19 DPR, GP Jamu Diduga Termakan Propaganda Politik Busuk

oleh
Wakil Ketua ACTA, Ali Lubis SH. foto/ist

SATGAS Covid-19 DPR RI adalah Aksi Kemanusiaan murni, natural, yang digagas oleh sebagian anggota DPR lintas partai, berdasarkan niat yang tulus ikhlas untuk bantu yang membutuhkan seperti rumah sakit dan warga yang terkena Covid-19.

Selain APD, masker, bantuan pun berupa herbal, kenapa Herbal? Karena berdasarkan pengalaman pribadi dari Kordinator Satgas Covid-19 DPR, Dr Ir Sufmi Dasco. Beliau sempat positif Covid-19, lalu lakukan isolasi diri selama 14 hari dan minum herbal, Alhamdulillah sembuh. 

Baca Juga  Tampil Bersama Alfedri, Bagus Santoso Akhiri Kampanye Dialogis di Desa Sabak Permai

Saya menduga GP Jamu dan kawan-kawan termakan propaganda politik busuk, tiba-tiba protes tanpa  tabayyub serta cek dan ricek. Herbal itu dibuat oleh dokter-dokter Tradisional Chines Medicine (TCM). Menggunakan resep dari Wuhan, kata Bang Dasco.

Propaganda itu luar biasa, orang dapat dituntun untuk percaya apapun, imbuh Alice Walker USA.

   

Habiburokhman divisi advokasi Satgas Covid-19 DPR mengingatkan, jangan asal fitnah dan tuding macam-macam aksi kemanusiaan itu, karena tak ada motif mencari keuntungan dari sisi ekonomi. Karena dibagikan gratis tanpa dipungut biaya.

Baca Juga  Hari Pendidikan Nasional: Pertamina Goes To Campus 2024 Siap Hadir di 15 Kampus untuk Hadapi Trilemma Energy

Andre Rosiade, Anggota SatgasCovid19 DPR jelaskan herbal itu mayoritas racikan dari bahan-bahan Indonesia, hanya beberapa bahan diimpor. Clear.

Lalu, Ketum GP Jamu klaim bisa buat formula yang sama, gak kalah hebat sama bahan impor. So, silahkan produksi massal lalu dibagikan gratis ke yang butuh tanpa harus protes-protes, simple kan.

Ingat, petugas medis dan pasien positif Covid-19 butuh bantuan dan kesembuhan, bukan nyinyiran atau fitnah seperti kaum hantu belau.***

Baca Juga  Kasus TPPU Mantan Bupati Mojokerto, ALASKA Tengarai Belum Semua Aliran Uang Terungkap

Jakarta, 29 April 2020

Ali Lubis, SH

Wakil Ketua ACTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *