Rizal Ramli: Kebijakan Hutang Bunga Tinggi Bak ‘Bom Waktu’ bagi Indonesia

oleh
Rizal Ramli. foto/kontan.co.id

URBANNEWS.ID – Ekonom senior, Rizal Ramli menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah, terutama kebijakan pinjaman dengan bunga tinggi. 

“Mengandalkan stabilitas dengan pinjaman semakin besar dan yield semakin tinggi berbahaya,” kata Rizal Ramli, dikonfirmasi Senin (14/1/2019).

“Itu kok ada yang ngaku-nagku prestasi hebat soal anggaran? Manipulatif banget sih? Wong penerimaan naik hanya karena asumsi harga minyak dibuat rendah ($48/barel) di APBN 2018, ternyata $68/barel. Wong tax ratio Indonesia rendah banget, di bawah Laos, Philapina, Malaysia. Gitu kok sesumbar,” ujar Rizal.

Sambil melansir grafis rasio pajak, Rizal Ramli kembali membedal kebijakan ekonomi pemerintah. “Lihat garis hijau, Tax ratio terendah (9,5%) tahun 2018 dibandingkan 2015 (11,6%) atau ketika Rizal Ramli Menko tahun 2000-2001 (12,5%). Bahkan setelah ubah definisi (merah), tetap rendah. Itulah mengapa perlu tambah utang terus dengan yield tertinggi di kawasan (8,5%), Vietnam hanya 5%,” ungkap Rizal.

   

Rizal pun menyindir penghargaan yang diterima Menkeu Sri Mulyani. “RI ngutang dengan yield tertinggi (8,5%) di kawasan, padahal Vietnam hanya 5%. Bankir-bangkir dan Boldholder asing senang, ya dapat bonus Hadiah Menkeu terbaik deh. Rakyat dan bangsa dirugikan trilliunan. Ini kejahatan kerah putih. Rupiah menguat dengan suntikan bunga pinjaman bunga tinggi,” ungkapnya.

Rizal menjelaskan, pemerintah malah mengandalkan stabilitas Rupiah dengan pinjaman yang semakin besar. “Surat utang tanggal 3 Januari 2019 sebesar Rp 28,25 triliun dan Global Bond $3M Januari 2019, dengan yield yang semakin tinggi, baik dalam jangka pendek, tapi berbahaya untuk  jangka menengah. Bagaikan beri bom untuk pemerintah berikutnya. Begini kok dibilang pengelolaan ‘prudent’, hati-hati. Dimana hati-hatinya, kalau tax ratio tinggi (15,6% sesuai target resmi Presiden Jokowi, baru prudent,” ujar Rizal.(hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *