Gerakan Goyang Jokowi

oleh
305E76CF 5BED 48C3 9A4B A0E072E30294

Oleh: Zeng Wei Jian

SEORANG tak berguna, A useless man, menyebar video lama ceramah Ustad Abdul Somad. Ceramah seputar simbol sakral salib. Di ruang intern. ACTA sebut tidak ada mens rea. 

Jaringan canggih. Sekelompok orang cari-cari celah rusak harmoni. Ngipas Komunitas Nasrani. 

Sukses. Ustad Abdul Somad dilaporkan. Medsos rame. Sebagai balasan, video Pendeta Kristen bernada miring diposting.

   

Agenda besarnya; Indonesia Chaoz. Islam-Kristen diadu. Biar saling hantam. Target medium; Batalkan Rekonsiliasi dan sudutkan Pa Prabowo. Publik tau, Ustad Abdul Somad adalah Pendukung 02. Obyektif kecilnya; Persulit pemulangan Habib Rizieq Shihab. 

Baca Juga  Toyota Land Cruiser Luncurkan Heritage Edition di Peringatan Hari Jadi ke-60

Di saat bersamaan, Aceh dibuat panas. Menjelang HUT RI dan Hari Perdamaian Aceh (MoU Helshinki), Ada kejadian pengibaran Bendera Bulan Bintang di depan gedung DPRA. 

Tiba-tiba mencuat kabar Mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya ditubruk. Karena bawa Bendera Bintang Kejora dan Sajam. Aksi Grebek Asrama Mahasiswa di Surabaya berlanjut. Teriakan “Usir Papua” direkam video yang menjalar cepat. 

Baca Juga  MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

Esoknya, Kantor DPRD Manokwari dibakar massa. Masyarakat Papua marah dengan yel-yel “Usir Papua”. Mereka bereaksi. 

Anatomi gerakan jelas. Poros III main. Adopsi metoda “Desa Kepung Kota” Chairman Mao. Target utama; Batalkan Pelantikan Jokowi-Makruf. 

Bisa jadi, oknum terpapar Poros III, mereka yang tidak suka Jokowi berangkulan dengan Pa Prabowo dan pembentukan Poros Mega-Pro akan ikut nimbrung dalam Gerakan Goyang Jokowi. 

Baca Juga  Agun Gunandjar: Kenapa Saya Pilih Jokowi? Karena Beliau Sangat Mengerti Kebutuhan Rakyat

Ke-lihay-an Jokowi, Ibu Megawati, Pa Prabowo, BG, TNI-Polri dibutuhkan. Jangan reaktif. Peran Pa Prabowo krusial. 

Utamakan Gentle Persuasive Approaches, dialog dua pihak, dan tegas menindak dalang.***