Penjualan Produk Utama MDKA Capai US$775,6 Juta pada Kuartal II 2026

oleh
IMG 5740

JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat penjualan produk utama sebesar US$775,6 juta pada kuartal II 2026. Capaian tersebut mencerminkan aktivitas bisnis perseroan yang mencakup komoditas emas, tembaga, serta mineral terkait lainnya.

Informasi mengenai kinerja tersebut dipublikasikan SWA.co.id pada Senin (3/8/2026). Dalam laporan itu, proyek Tembaga Tujuh Bukit milik MDKA di Banyuwangi, Jawa Timur, turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kegiatan usaha perseroan.

MDKA merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan memiliki sejumlah aset komoditas mineral. Portofolio perseroan mencakup kegiatan pertambangan emas dan tembaga serta pengembangan bisnis nikel melalui sejumlah anak perusahaan.

Baca Juga  WWF 2024: Komitmen dan Langkah Nyata Pertamina Kelola Keberlangsungan Air

Salah satu aset utama MDKA adalah Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Operasi tersebut dikelola PT Bumi Suksesindo dan telah beroperasi sejak 2017.

   

Selain Tujuh Bukit, Grup Merdeka juga mengembangkan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Proyek tersebut mulai memasuki tahap operasi setelah sebelumnya berada dalam fase pembangunan.

Pada kuartal I 2026, MDKA sebelumnya mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$620,3 juta, meningkat 24 persen dibandingkan US$502,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga  RUPS Pertamina, Tetapkan Jajaran Direksi Baru

Pada periode tersebut, EBITDA perseroan mencapai US$249,9 juta, naik 182 persen secara tahunan dari US$88,6 juta. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tercatat US$120,2 juta, dibandingkan US$2,6 juta pada kuartal I 2025.

Perkembangan bisnis emas juga menjadi bagian dari aktivitas Grup Merdeka pada 2026. Pada Maret 2026, anak usaha MDKA, PT Bumi Suksesindo, bersama PT Merdeka Gold Resources Tbk melalui PT Puncak Emas Tani Sejahtera, menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian emas dengan PT Aneka Tambang Tbk.

Baca Juga  Armada Pertamina Patra Niaga, Dari Galangan Nasional untuk Ketahanan Energi

Perjanjian tersebut berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce emas per tahun. Perjanjian juga memuat opsi penambahan volume hingga 3 metrik ton per tahun.

Produksi emas yang tercakup dalam perjanjian tersebut berasal dari Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi dan Tambang Emas Pani di Pohuwato.

Dengan capaian penjualan produk utama US$775,6 juta pada kuartal II 2026, kinerja MDKA menjadi bagian dari perkembangan operasional Grup Merdeka sepanjang tahun berjalan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *