SURABAYA — Kasus influenza mengalami peningkatan di Surabaya dalam sepekan terakhir. Lonjakan pasien terutama terlihat pada kelompok anak hingga membuat ruang perawatan anak dan instalasi gawat darurat (IGD) di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya dipenuhi pasien.
Direktur Utama RSHU Surabaya dr Didi D Dewanto mengatakan peningkatan pasien influenza mulai terlihat sekitar sepekan terakhir. Mayoritas pasien yang datang merupakan anak-anak.
“Anak-anak, kasusnya memang meningkat. Sampai penuh, tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh. IGD sama penuh juga,” kata Didi, Selasa (15/9/2026).
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien, pihak rumah sakit menambah ruang perawatan. Pasien juga harus ditempatkan di lantai lain karena kapasitas ruang anak telah terisi.
Meski demikian, belum dapat dipastikan jenis atau varian influenza yang menyebabkan peningkatan kasus tersebut. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan.
Tidak Semua Rumah Sakit Mengalami Lonjakan
Kondisi berbeda dilaporkan di RS Kemenkes Surabaya. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya dr Martha M L Siahaan mengatakan tidak terdapat peningkatan pasien yang signifikan di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, Hospital Director RS PHC Surabaya dr Rony Kurniawan membenarkan adanya peningkatan pasien dengan diagnosis yang menyerupai flu, tetapi mengatakan rumah sakitnya belum mengalami kondisi penuh seperti informasi yang beredar di media sosial.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh juga menyatakan sebagian besar pasien influenza yang datang ke rumah sakit masih dapat ditangani melalui layanan rawat jalan.
Menurut Billy, pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, antara lain pasien dengan gangguan pernapasan berat.
Dinkes Surabaya terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat, termasuk ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.
Data Nasional: Anak Usia 0-4 Tahun Paling Banyak Terdeteksi
Kementerian Kesehatan melalui laporan surveilans influenza dan COVID-19 hingga 12 September 2026 mencatat adanya peningkatan proporsi influenza secara nasional.
Pada minggu ke-35, proporsi pemeriksaan yang positif influenza mencapai 38 persen, naik dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Dari 175 spesimen yang diperiksa, terdapat 66 kasus positif influenza.
Kelompok usia 0–4 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terdeteksi positif dalam data tersebut. Jawa Timur juga termasuk provinsi dengan jumlah temuan positif yang relatif tinggi dalam pemantauan tersebut.
Meski terjadi peningkatan proporsi kasus, Kementerian Kesehatan masih mengategorikan aktivitas influenza sebagai rendah. Data surveilans juga menunjukkan tidak terdapat kasus influenza positif yang membutuhkan perawatan ICU pada data rumah sakit sentinel yang dilaporkan dalam periode tersebut.
Warga Diminta Tidak Panik
Pemkot Surabaya sebelumnya menyebut peningkatan kasus demam dan influenza masih dalam kondisi yang wajar dan dapat berkaitan dengan perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat.
Dinkes Surabaya mengimbau warga menjaga daya tahan tubuh, cukup beristirahat, mengonsumsi air putih, serta menggunakan masker ketika beraktivitas.
Masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai kondisi rumah sakit yang beredar di media sosial tanpa memastikan sumbernya. Jika mengalami keluhan kesehatan, warga dianjurkan memanfaatkan layanan puskesmas terdekat.
Dengan pemantauan yang terus dilakukan pemerintah dan fasilitas kesehatan, perkembangan kasus influenza di Surabaya masih menjadi perhatian, terutama terkait peningkatan pasien anak dan kesiapan kapasitas layanan kesehatan.(*)





