Taktik Makan Strategi

oleh
8113149C 5A10 4719 BCA1 DEECBF775B8C
Ilustrasi/net

Oleh: Zeng Wei Jian

ADA sebuah klik buzzer. Beroperasi di dunia maya. Surfing. Wasting time. Memprovokasi. Hasut kiri-kanan. Politics of hatred. Super racist machismo. 

Ada yang nyebut mereka Kaum Sumbu Pendek, buzzer berbayar, pengais pulsa, grey writers, Antek Poros III, penumpang gelap dan simply “orang gila”. 

Di Pilpres mereka terpaksa Pro Prabowo-Sandi. Jokowi haters. No other choice. Sekarang mereka caci-maki Pa Prabowo. Mentalitas Gerombolan. Psikologi ikut-ikutan. The Mobs. 

   
Baca Juga  Antara Benci dan Cinta

Mereka jadi Go-Block. Akibat hatred over excessive towards Jokowi. Berisik di masalah Papua. Back up The Separatist. 

Persis seperti kelakuan USSR. Comrade Leonid Brezhnev mendukung CIA hantam PKI. Akibat mayoritas PKI Leaders masuk Poros Beijing. 

Maksud hati Leonid Brezhnev mengganti para pimpinan PKI dengan kaki-tangan Pro Moscow. Berpetualang menunggangi CIA. Kaget setengah mati ketika PKI malah dibubarkan menyeluruh. Semua kadernya diburuh, baik Pro Beijing or Pro Moscow. Tanpa sisa. USSR gigit jari. 

Baca Juga  Komunis Itu Bengis dan Buas

Nah, kelakuan buzzer extrimist right wingers begitu. Mau dongkel Jokowi. Surfing di atas ombak Papua. Ngga peduli Papua lepas. Asal Jokowi tumbang. 

Namanya “Taktik Makan Strategi”. Sekalipun lelaku cyber memperlihatkan; Mereka ngga ngerti stratak. 

“Strategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat,” kata Sun Tzu. 

Baca Juga  Utang Indonesia Membengkak Menjadi Rp 5.528,06 Triliun

Fortunately, jumlah mereka sedikit. Nyaring bunyinya. Tong kosong. Mana mungkin mereka tau Sun Tzu. Lah wong mereka Anti Cina.***