DEM Banyumas Kaji Aspek Amdal Proyek Tol Jakarta-Cilacap

oleh
DEM Banyumas bahas aspek lingkungan proyek jalan tol Jakarta-Cilacap.foto/ist

URBANNEWS.ID – Dewan Energi Mahasiswa Banyumas menggelar Diskusi Publik membahas dampak Pembangunan Infrastruktur terhadap Energi dan Lingkungan pada proyek pembangunan Jalan Tol Tegal-Cilacap 2020, Minggu (1/2/2020).

DEM Banyumas dalam diskusi itu antara lain menyatakan akan melakukan kajian mengenai urgensi pembangunan jalan tol Tegal-Cilacap serta memberikan saran, pendapat, atau masukan kepada instansi terkait.

Baca Juga  Berhasil Bangun 2.014 Ha Kebun Pola KKPA dan Kebun-kebun Kas Desa di Pelalawan, Kiprah PT Musim Mas Makin Dirasakan Masyarakat

Selain itu, DEM Banyumas melihat proyek tol teraebut dari aspek energi dan lingkungan dan 

mempertimbangkan Pasal 33 UUD RI 1945. Mereka menyatakan akan mengawal jalannya proyek tol Tegal-Cilacap.

   

DEM Banyumas juga mengaku sangat terbuka bagi siapapun baik individu atau kelompok atau instansi yang 

hendak memberikan masukan atau bergabung dalam kajian itu, terutama terkait kajian tentang Studi AMDAL dalam proyek Pembangunan Jalan TOLL Tegal-Cilacap melalui email [email protected].

Baca Juga  Tiga Unit Bisnis APP Sinar Mas Raih Penghargaan Industri Hijau 2019 dari Kemenperin

Menurut Rosyid Al Hakim, Wakil Sekjen DEM Indonesia bidang Riset dan Kajian, Toll Tegal-Cilacap yang akan dibangun ini harus benar-benar diperhatikan dalam hal AMDAL, sosio-kultural, kesiapan masyarakat yang terkena dampak pembangunan proyek tersebut, serta kesiapan pemerintah maupun stakeholder yang ikut berperan dalam proyek tersebut dalam menangani hal-hal negatif yang timbul karena efek primer dan sekunder dari pembangunan Jalan Tol Tegal-Cilacap ini.

Baca Juga  Tumbuh 0,4 Persen Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Tahun Lalu, PT XL Axiata Telah Kukuhkan Jajaran Komisaris dan Direksi

“Kami melalui Dewan Energi Mahasiswa Banyumas akan selalu mengawal jalannya proyek tersebut, dan mengkaji aspek-aspek berdasarkan pertimbangan keadaan masyarakatnya, apakah warga-warga sudah siap atau sebaliknya, serta dampaknya terhadap lingkungan,” katanya.(hen)