Sementara itu, terkait proyek di Padang itu, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid ketika diminta keterangan, mengatakan bahwa pekerjaan itu telah dihentikan atau cut off.
“Pekerjaannya telah cut off, saat ini sedang tender ulang. Mohon untuk kita pantau bersama-sama pelaksanaan tender ulangnya,” ungkap Khalawi.
Meski demikian, Khalawi belum memberikan keterangan mengenai nilai cut off maupun penyebab pasti penghentian pekerjaan tersebut, dan menurut informasi yang kami peroleh, ternyata bukan Rusun kota Padang saja yang di cutt off, ternyata Rusun Stabat, Rusun Palembang, Rusun Jambi dan banyak lagi di daerah lainnya.
Sementara itu, dari keterangan dihimpun urbannews.id, setiap tahun ada kegiatan pelelangan mencapai 11.000 paket di seluruh BP2JK di bawah kendali Ditjen Bina Konstruksi PUPR dengan total nilai Rp 110 triliun.
Sejumlah kalangan menilai, untuk menghindari potensi kerugian negara jauh lebih besar di saat pandemi covid 19, sebaiknya Kejaksaan Agung dan KPK bisa segera memberikan atensi khusus terhadap aktifitas di 34 BP2JK.(hen)

