“Mereka telah gagal menunaikan amanah untuk memenuhi janji Jokowi akan membuat Pertamina mampu mengalahkan Petronas, karena saat ini yang terjadi, malah nitizen di dunia maya lagi riuh rendah memelesetkan Pertamina bakal akan menjadi Pertamini,” kata Yusri.
Entah karena tekanan publik sangat kuat, kata Yusri, hal yang tak lazim terpaksa dilakukan Pertamina, yaitu mendadak pada Jumat (28/8/2020) merilis berita yang berjudul Pertamina Cetak Laba Rp 5,9 triliun dalam 1 bulan.
“Tetapi hanya dijelaskan ada peningkatan penjualan di Juli yang mencapai 3,2 miliar dolar AS, karena bulan sebelumnya hanya 2,9 miliar dolar AS. Namun anehnya, yang ditampilkan hanya peningkatan penjualan saja, tetapi tidak menampilkan adanya kewajiban Pertamina kepada pihak lainnya. Atau jangan-jangan supaya terkesan untung, bisa saja kewajiban kepada pihak ketiga yang seharusnya sudah dibayarkan pada bulan Juli tapi digeser ke Agustus atau September, sehingga secara kumulatif kerugian Pertamina hanya Rp 5,3 triliun,” ungkap Yusri.
Namun, kata Yusri, konsekwensi logisnya adalah publik akan menuntut Pertamina merilis laporan rugi labanya setiap bulan, yaitu pada September dan seterusnya hingga Desember 2020, meskipun kenyataan laporan tahunan Pertamina yang sudah diaudit biasanya akan dirilis sekitar Mei, terlambat tiga bulan dari ketentuan Kementerian BUMN yang membatasi paling lambat pertengahaan Febuari setiap tahunnya.
“Bahkan Ahok sebelumnya sudah sesumber di berbagai media, merem saja Pertamina pasti untung, dan yang paling kontroversial dia mengatakan, kalau selama tujuh bulan dia jadi Komut dan perusahaan rugi, maka dia akan bubarkan Pertamina ini,” ungkap Yusri.
Meskipun belakangan Ahok memakai jurus gingkang, kata Yusri, yaitu menuduh Dirut Pertamina tidak memberitahu dia soal kerugian, namun yang pasti akibat respon negatif publik yang masif akan berakibat suasana kerja di Pertamina akan semakin tidak kondusif bagi karyawannya, hal inilah yang harusnya menjadi perhatian Menteri BUMN.
“Tentu publik tak salah kalau bertanya, emang dia siapa? Kapan Pertamina akan dibubarkan atau dijual murah? Emang Pertamina badan usaha milik nenek loe?,” tutup Yusri.(hen)

